Secara umum, meski dihadiri banyak tokoh penting dan publik figur, pengamanan pelaksanaan resepsi tidak begitu ketat. Cukup dengan berpakaian rapi sebagaimana umumnya undangan yang hadir, seseorang bisa masuk dengan mudah. Sejumlah petugas keamanan berpakaian jas lebih banyak hanya bertugas mengawasi hilir mudik undangan.
Ketidakhadiran presiden sudah terbaca sejak sore hari. Hingga beberapa jam sebelum acara dilangsungkan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengaku masih belum mengetahui kepastian Jokowi akan hadir atau tidak. Berkaca pada rangkaian kegiatan kepresidenan secara umum, agenda presiden jarang sekali yang disusun secara mendadak.
”Tidak tahu (presiden datang atau tidak), kalau saya akan datang,” kata Pramono, saat ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin sore.
Baca Juga:Terapkan Pola Menjadi ”Mata–Mata”Kirim Bilik dan Kotak Suara ke PPS
Sedangkan kepastian ketidakhadiran wapres disampaikan Juru Bicara Wakil Presiden Husain Abdullah. Dia menyatakan, JK tidak hadir karena resepsi tersebut berbarengan dengan agenda pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan. ”Acara ISEI ini sudah lama diagendakan, jadi Wapres akan hadir,” ujarnya.
Sementara itu, Kejagung tampaknya tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk secepatnya menangani kasus permintaan saham oleh Ketua DPR kepada pihak PT Freeport. Buktinya, Kejagung langsung memeriksa Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsoeddin pada Kamis (3/12) siang setelah Maroef diperiksa 11 jam oleh MKD.
Maroef ternyata langsung menuju Kejaksaan Agung (Kejagung). Di Kejagung, Maroef diperiksa sebagai saksi terkait penyelidikan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Setya Novanto .
Pemeriksaan atas Maroef dilakukan di Gedung Bundar tempat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) berkantor. Menurut Jampidsus Kejagung Arminsyah, pemeriksaan Maroef itu untuk mendalami soal rekaman pembicaraan yang kini beken dengan istilah Papa Minta Saham itu.
”Masih yang rekaman kok. Kami ingin tahu dari orang yang terlibat langsung di percakapan,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos (induk Bandung Ekspres) kemarin (4/12).
Arminsyah juga mengatakan, pemeriksaan Maroef baru selesai sebelum adzan subuh berkumandang. ”Cuma 24 pertanyaan, sebelum (salat) subuh, yang bersangkutan sudah pulang,” sambung mantan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) ini.
