oleh

KSAL Bantah RI Terlibat Konflik Laut China Selatan

[tie_list type=”minus”]Tujuh KRI Patroli di Natuna[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Pemerintah Indonesia masih mengutamakan jalur dialog menyikapi perselisihan klaim wilayah Laut China Selatan (LCS) oleh Tiongkok. Pengoperasian tujuh KRI (kapal perang Republik Indonesia) di perairan Natuna ditegaskan tidak terkait memanasnya situasi di sana.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi menegaskan, hubungan Indonesia dengan Tiongkok masih harmonis sejauh ini. ”Ada apa memang di Natuna, kemarin, saya ketemu panglima atau KSAL Tiongkok baik-baik saja,” ujarnya di sela-sela HUT Marinir ke-70 di Lapangan Apel Ksatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, kemarin (15/11).

Baca Juga:  Lho Kok Bisa? Inilah Penyebab Kolestrol Naik Saat Puasa

Dia menegaskan, pengoperasian tujuh KRI sebatas patroli yang merupakan salah satu rutinitas jajarannya. Karena itu, imbuh dia, hal tersebut tidak berkaitan sama sekali dengan isu seputar klaim wilayah oleh Tiongkok.

Ketegangan di LCS masih terjadi diantaranya dipicu langkah Tiongkok yang masih meneruskan proyek reklamasi di pulau yang berada di salah satu titik di LCS. Landasan terbang dan fasilitas komunikasi sedang terus dibangun dan diyakini banyak pihak akan dipakai sebagai pangkalan militer. Proyek tersebut dijalankan beriringan dengan telah dirilisnya peta yang disebut dengan ’garis putus-putus’. Berdasar peta yang menjadi pangkal sengketa tersebut, Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah LCS merupakan wilayah mereka. Termasuk, diantaranya wilayah kepulauan Natuna.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga