Apa yang Salah dengan Kerja saat Hari Libur?

Karena personel yang ada baru sedikit, Ilham tampak tidak sungkan langsung mengangkat potongan besi penutup. Tak lama kemudian, barisan porter yang diberdayakan tiba. Satu per satu tutup besi diangkut. ”Ini (tutup drainase), diangkut saja. Biar bisa dibersihkan salurannya,” ucap dia kepada staf yang mendampingi.

Kenapa sampai urusan tutup saluran diperhatikan Ilham? Mantan pejabat Executive Vice President Non Railway Assets PT KAI itu tetap menganggap kebersihan dan keindahan adalah bagian dari memberi pelayanan terbaik kepada penumpang. ”Cara kita memanusiakan penumpang ya begini ini. Jaga kebersihan. Rawat keindahan. Perbaiki pelayanan,” ungkap pria berkaca mata ini.

Kebersihan, keindahan dan pelayanan bagi Ilham, tidak hanya terjaga di hari sibuk. Pada hari Minggu pun tetap berlaku. ”Memang apa yang salah dengan kerja (menjaga kebersihan, keindahan dan pelayanan) di hari Minggu atau libur?,” kata Ilham kepada Bandung Ekspres dan anak buahnya. Lalu kapan Pak Ilham libur? Dirinya pun melanjutkan pertanyaan itu kepada pegawainya. ”Saya kapan ya liburnya?,” selorohnya, sambil menarik alis dan mengarahkan wajah kepada para pegawai, lalu disambut senyum para pegawai PT KAI Daop 2 Bandung.

Bagi Ilham, bukan juga karena target tertentu yang membuatnya tetap bekerja di hari Minggu. Tetap lengkap mengenakan seragan kerja putih abu, dengan kartu pegawai tergantung di baju meski hari libur. Baginga, semua karena kerja. Dengan begitu berbagai hal yang belum beres bisa segera diperbaiki. ”Tidak. Tidak ada target. Saya tahunya kerja saja. Target itu kan kalau sudah tercapai terus mau apa? Berhenti? Saya tidak bisa berhenti. Makannya saya ya, kerja saja terus. Biar tidak berhenti,” tutur dia.

Artinya, kata Ilham mengerjakan sesuatu tidak harus melulu karena target dan menimbang berhitung hari. Tapi, dengan berbuat atau terus bekerja saja, maka akan terus menemukan hal-hal yang dianggap perlu segera diperbaiki. ”Apalagi. Apalagi (yang dikerjakan). Begitu terus. Kerja saja,” ungkap dia.

Sayang, panggilan penumpang terakhir Ciremai Ekspres sudah terdengar. Saya pun pamit sambil berlari mengejar masuk kereta. Suara itu juga yang membuat tidak sampai sehari penuh, saya mengikuti aktivitas Ilham mengisi hari kerjanya di akhir pekan. Hanya satu jam. Namun demikian, sudah cukup mewakili semangat kerjanya. ”Salam buat kawan-kawan ya,” ucap Ilham menutup wawancara lalu melambaikan tangan.

Tinggalkan Balasan