Hidrant Masih Minim

hidran
JAWAPOS
MEMERIKSA: Petugas Damkar sedang mematangkan diri dalam menghadapi musibah kebakaran. Terlihat tiga orang petugas sedang mengambil air dari hidrant. Sementara itu, jumlah hidrant di Kabupaten Bandung Barat sangat minim, yakni hanya memiliki dua unit yang terpasang di Wilayah Alun-alun dan dekat Grand Hotel Lembang, Kecamatan Lembang.
0 Komentar

[tie_list type=”minus”]KBB Hanya Memiliki Dua Unit[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Kabupaten Bandung Barat yang memiliki 16 kecamatan dan memiliki wilayah yang luas tidak sebanding dengan jumlah fasilitas hidran yang baru memiliki dua hidrant. Padahal, jumlah warga dan juga jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Bandung Barat cukup tinggi di tahun ini. Tercatat, sejak awal hingga menjelang akhir tahun ini, telah terjadi 115 kebakaran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Akibatnya, lima orang dinyatakan meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka. Jumlah kebakaran tahun ini meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu dengan total kerugian Rp 5,2 miliar. Sementara tahun lalu terjadi 43 kebakaran yang menelan seorang korban jiwa dan menyebabkan kerugian materi hingga Rp 25,7 miliar.

Koordinator Lapangan UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat Nurkamsyah menuturkan, jika melihat luas wilayah Kabupaten Bandung Barat dan juga jumlah penduduk serta pemukimannya yang padat, tentu dibutuhkan fasilitas hidrant yang lebih dari dua. Diakuinya, hidrant tersebut sangat membantu sebagai sumber utama dalam membantu petugas damkar saat bertugas.

”Dua hidrant saat ini baru ada di wilayah Kecamatan Lembang. Satu hidrant di Jalan Raya Lembang dekat Alun-alun dan satu lagi dekat Grand Hotel Lembang. Masih minim dan seharusnya lebih dari dua,” katanya kepada wartawan di Padalarang, Minggu (8/11).

Baca Juga:Pemilihan Wawali Cirebon KampuflaseBrimob Kawal Truk Sampah

Ia mengungkapkan, kedua hidran tersebut, mengambil pasokan air dari PDAM. Persediaan air dalam hidran sangat membantu petugas untuk menangani kebakaran dengan cepat. Idealnya, menurut dia, setiap kecamatan memiliki satu hidran.

Keberadaan hidran tersebut dibutuhkan terutama untuk menangani kebakaran di wilayah padat penduduk. Dari 16 kecamatan, wilayah padat penduduk di antaranya berada di Ngamprah, Batujajar, Padalarang, dan Lembang.

Meski demikian, dia mengungkapkan, minimnya hidran tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap kinerja Damkar. Soalnya, pasokan air di lapangan bisa diperoleh dari sumber air terdekat. ”Di Lembang pun, sering kali kami mengambil pasokan air dari tempat-tempat wisata. Begitu juga dengan wilayah lainnya, pasokan air diperoleh dari sumber air di dekat lokasi kebakaran,” tuturnya.

0 Komentar