Saat sidang, satu persatu istri Maasaba dihadirkan bersama orangtua mereka. Jaksa berharap menemukan fakta bahwa Maasaba melakukan praktik kotor untuk mendapatkan wanita-wanita itu. Namun secara mengejutkan, ternyata para istri Maasaba justru kompak membelanya. Mereka mengaku tak pernah ada pemaksaan dan memang menikah karena faktor cinta. Maasaba pun dibebaskan dari jerat hukum.
Dalam wawancara dengan banyak media internasional, pernyataan yang sering datang ke Maasaba, bagaimana cara ia memenuhi kebutuhan seksual 86 istrinya yang hidup dalam satu rumah itu? Ia pun memberi jawaban diplomatis. ”Tuhan memberikan saya kekuatan dan kekuatan untuk memberi mereka porsi seksual yang mereka butuhkan,” kata Maasaba sambil tersenyum. (Los Angeles Time/afz/JPG)
