Seperti diketahui, produksi beras Indonesia di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, terbilang besar. Dengan prediksi Pulau Jawa cukup parah kena El Nino, bakal mengganggu produksi beras meskipun ada musim panen.
Atas referensi tersebut, pengaruh terbesar akan menimbulkan inflasi. Sehingga harus dijaga agar tidak memengaruhi daya beli dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
”Kita tahu pertumbuhan ekonomi bergantung pada konsumsi rumah tangga. Daya beli menjadi indikator inflasi. Maka, ketika pangan bergejolak yang paling besar kena dampak beras. Produksi tanaman padi butuh air banyak. Sehingga, kekeringan mengancam produksi beras. Otomatis harga bakal naik. Dalam menjaga keseimbangan daya beli kita percepat pemberian raskin,” tandas Elly.
Perekonomian Indonesia bisa makin melemah dengan adanya kondisi kekeringan. Bukan tidak mungkin memengaruhi sektor pertanian. Sektor ini perlu dijaga dan diwaspadai dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga:Mascherano Jadi TumbalTantangan Icardi
Jika Pemkot Bandung tidak tanggap dan melakukan antisipasi terdampak El Nino, pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian akan menurun tajam. Karena, Kota Bandung concern pada menjaga ketahanan pangan, maka stabilitas ekonomi daya beli warga miskin yang harus mendapat perhatian khusus.
’’Saya lihat pertumbuhan pertanian lumayan tinggi. Kalau El Nino berkepanjangan, dampaknya akan buruk seperti diprediksi BMKG. Bila demikian, prediksi pertanian akan merosot tajampun bisa terbukti,” pungkas Elly. (edy/adv)
