Operasi Kemanusiaan Laiknya Operasi Militer

Bencana Asap
TANGANI BENCANA: 1050 prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas penanggulangan bencana asap tiba di Lapangan Udara (Lanud) Palembang, Sumsel, menggantikan 1.050 prajurit TNI yang telah bertugas sejak 10 September 2015 yang lalu, yang diperbantukan untuk menangani kebakaran lahan dan hutan di titik api terbesar di Sumatera Selatan.
0 Komentar

bandungekspres.co.id–Pemerintah berjanji operasi kemanusiaan terhadap korban asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, sudah akan segera direalisasikan dalam beberapa hari ke depan. Evakuasi terhadap bayi dan anak-anak akan menjadi perhatian.

Grafis-asap_Jawa-Pos -Menteri Koordinator Polhukam Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, kalau dirinya sudah akan berangkat ke titik-titik lokasi bencana asap di daerah, hari ini (24/10), khusus untuk melakukan sejumlah persiapan. ”Kami exercise dulu, semua persiapan kami lakukan dengan cermat,” ungkap Luhut Panjaitan, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (23/10).

Dia menegaskan, persiapan-persiapan tersebut penting dilakukan karena operasi kemanusiaan akan dilakukan dengan sangat serius. ”Kami akan melakukan ini seperti operasi militer,” tandas purnawirawan jenderal tersebut.

Baca Juga:Meski Tipis, Bandung Juga Terdampak Kabut AsapBPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan Bank BJB

Dalam rapat terbatas kabinet yang dilaksanakan kemarin, Presiden Joko Widodo telah memutuskan peningkatan pengendalian penanganan kebakaran hutan dan lahan di bawah koordinasi Luhut Panjaitan. Bukan hanya akan terus mengupayakan langkah-langkah pemadaman, operasi kemanusiaan dengan mengevakuasi korban terdampak asap, juga akan dilakukan. ”Tapi, tidak dilakukan secara misal, dikhususkan untuk anak kecil dan bayi,” beber Luhut.

Berbagai tahapan dan alternatif evakuasi telah disiapkan pemerintah. Langkah awal adalah memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki kementerian sosial. Tentu, dengan sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas. Misalnya dengan menambah penutup udara, purifying air, ataupun AC. ”Meski memungkinkan, ini sulit juga untuk beberapa daerah karena persoalan listrik,” beber Luhut.

Karena itu, disiapkan pula alternatif langkah dengan mengevakuasi korban dari wilayah yang kondisi udaranya buruk ke wilayah perkotaan atau kawasan lain yang lebih baik. ”Misalnya, kalau di Kalimantan, dipindahkan ke Banjarmasin. Kalau sampai ini pun tidak bisa, kami juga telah siapkan kapal perang untuk menampung,” katanya.

Nantinya, akan ada 21 jajaran yang yang berada di bawah koordinasi mantan kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) tersebut. Mulai dari sejumlah kementerian, polisi, TNI, lembaga pemerintah nonkementerian, hingga pemerintah daerah bakal berada di bawah komandonya dalam hal penanganan kebakaran hutan dan lahan. ”Prinsipnya, semua akan ikut bermain, kami ingin sebanyak mungkin yang bisa kami deploy (sebar, Red) di sana,” tegas Luhut.

0 Komentar