oleh

Kinerja Kabinet Belum Sesuai Nawacita

[tie_list type=”minus”]Reshuffle Jaksa Agung dan Menkum HAM[/tie_list]

JAKARTA – Merebaknya isu reshuffle kabinet dinilai klop bila melihat sejumlah kinerja pembantu presiden yang tidak sesuai harapan nawa cita. Kinerja kabinet bidang hukum menjadi yang cukup rentan dikocok ulang karena berbagai program yang dijalankan belum menunjukkan perbaikan kualitas.

Grafis-kabinet-kerjaKomisioner Komisi Kejaksaan Indro Sugianto menuturkan bahwa beberapa kali Presiden Jokowi menyebut bahwa pergantian kabinet akan bergantung kebutuhan bangsa dan negara. Namun, juga mempertimbangan apakah kinerja kabinet sesuai dengan visi Nawacita. ”Saya yakin presiden akan menggunakan hak preogratifnya sesuai dengan pertimbangan nawa cita,” paparnya.

Baca Juga:  Galian C Sadu Picu Banjir Lumpur, Warga Minta Pemerintah Tindak Tegas Pengusaha

Saat ini bila dilihat, kinerja kabinet bidang hukum, terutama Jaksa Agung serta Menteri hukum dan HAM masih belum linier dengan nawa cita. ”Bila melihat kualitas dari program-program kabinet bidang hukum, maka memang belum baik,” jelasnya.

Misalnya, untuk Kejaksaan Agung (Kejagung), memang dari segi jumlah penanganan perkara korupsi dan umum sudah melebihi target. Tapi, bila dilihat dari segi kualitas perkara justru belum berimbang. ”Jumlah perkara banyak, tapi kualitas perkara minimalis,” terangnya.

Baca Juga:  Sambut Lebaran, Beli Motor Honda di Depok dan Bogor Dapat Potongan Angsuran

Saat ini, penanganan perkara di Kejagung masih sebatas mengejar pelaku. Padahal, seharusnya bisa mengungkap gurita kasus korupsi. Tidak hanya satu pelaku, tapi rangkaian pelaku, serta uang hasil korupsi yang mengalir seharusnya dikejar. ”Setiap bukti dikejar terus dan uang korupsi terus dicari, itu yang belum dilakukan,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga