”Adik saya mengalami pendarah di telinga sampai sekarang. Berutung adik saya diselamatkan warga dengan diantarkan ke rumah sakit,” tambahnya.
Sebelumnya, kata dia, pihak keluarga sudah memiliki firasat saat beberapa kali petir menggelegar. ”Hati serasa resah tidak karuan, mungkin kontak nurani keluarga. Ternyata benar adik kandung saya menjadi korban sambaran petir. Di tempat kejadian itu, jarang sekali pohon kebanyakan sawah-sawah, jadi rentan sekali dengan petir,” pungkasnya. (yul/rie)
Ujang Nyaris Gosong

DALAM PERAWATAN: Ujang Zaman Arifin saat menjalani perawatan di rumah sakit kemarin. Hingga kini korban masih mengalami pendarahan dari telinga akibat tersambar petir.