Surabaya memberikan kontribusi kekerasan terhadap anak sebesar 18 persen dari total kasus di Jatim. Sebanyak 47 di antara 153 kasus di Surabaya merupakan kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Artinya, hampir 31 persen kasus kekerasan terhadap anak didominasi kasus kekerasan atau pelecehan seksual.
Pemerintah sebenarnya tidak tinggal diam. Untuk mencegah terjadinya kekerasan kepada anak, pemerintah telah mencanangkan Gerakan Sekolah Ramah Anak. Pada Selasa (1/9), Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mencanangkan gerakan tersebut di Wisata Bahari Lamongan (WBL).
Dalam sambutannya, Wagub menyatakan bahwa tingkat kekerasan terhadap anak di Jawa Timur dari tahun ke tahun memang meningkat. Karena itu, sebagai upaya menjadikan Jawa Timur provinsi yang layak anak, dilakukan upaya pencegahan, khususnya di lingkungan pendidikan.
Baca Juga:Model Majalah Dewasa Tertangkap setelah Jual DiriSangsi Bagi Pembalap Bandel
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jatim Saiful Rachman menyatakan bakal menindaklanjuti gerakan tersebut. Pihaknya akan menyosialisasikan program baru itu ke beberapa sekolah dan dinas pendidikan. Gerakan tersebut akan dijadikan sebagai upaya untuk membuat sekolah di Jatim ramah anak. ”Sekolah tidak hanya layak, tapi juga ramah terhadap anak,” ujar dia tegas. (may/c19/fat/rie)
