Kamis, Terminal Bakal Dikosongkan

CILEUNYI – Meskipun sempat mendapat penolakan dari Bupati Bandung Dadang M. Naser dan dinas terkait lainnya, pengambilalihan lahan milik Desa Cileunyi Wetan yang disewa Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menjadi terminal akhirnya disetujui.

Cileunyi
Istimewa

RAMAI: Suasana di sekitar Terminal Cileunyi. Berdasarkan kesepakatan, lahan terminal tersebut akan diserahkan pada warga untuk dijadikan pusat perdagangan dan jasa.

Kepala Desa Cileunyi Wetan Zaky Salman Raliby mengklaim bila pengembalian lahan membuat masyarakat senang dan bersyukur. Pasalnya, pihaknya berencana untuk menjadikan Terminal Cileunyi sebagai pusat perdagangan dan jasa. ’’Kami, semua pengurus dan panitia dalam pembangunan ini sudah sepakat sesuai hasil rapat, terminal harus sudah kosong Kamis (27/8) nanti,’’ kata Zaky, kemarin (22/8).

Zaky menukas, Terminal Cileunyi ini sudah tidak digunakan sebagaimana mestinya, karena pada malam hari kerap dijadikan tempat minum minuman keras, bahkan prostitusi juga perjudian. ’’Daripada daerah kami menjadi tercemar, lebih baik digunakan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Cileunyi Wetan ini. Maka itu, kami ingin menjadikan terminal ini menjadi pusat perdagangan dan jasa,’’ sahutnya.

Meskipun pihak desa tidak pernah meminta upeti pada para pedagang yang berjualan di sekitar terminal, berlandaskan kemanusiaan, pihaknya akan memberikan biaya kerohisan bagi mereka. Namun dana tersebut tentunya berbeda kisarannya, bagi para pedagang yang tidak direlokasi ke Pasar Sehat Cileunyi (PSC) akan mendapat Rp 4 juta, yang direlokasi mendapat Rp 2juta, dan yang berjualan di shelter akan mendapat Rp 1juta. ’’Dana tersebut akan kami berikan setelah para pedagang sudah benar-benar pindah dan mengosongkan lokasi tempat mereka berjualan,’’ ungkap kades yang sudah dua kali menjabat ini. (mg-dn/vil)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan