Difabel Minta Fasilitas Umum

difabel
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
BUTUH PERHATIAN: Penyandang disabilitas menggunakan roda di badan Jalan Raya Cimindi, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu. Penyandang disabilitas masih sangat membutuhkan perhatian pemerintah, diantaranya tersedia jalur khusus bagi mereka.
0 Komentar

[tie_list type=”minus”] ingin Jembatan Penyebrangan[/tie_list]

CIMAHI TENGAH – Penyandang difabel yang tergabung dalam Halaqoh Tunanetra qur’aanii (HTQ) Kota Cimahi meminta pemerintah memperhatikan fasilitas umum untuk para penyandang tunanetra.

Sebab saat ini banyak fasilitas umum, akan tetapi tidak disediakan untuk penyandang cacat. Misalnya jembatan penyebrangan, ruang terbuka atau trotoar. Ketua HTQ Kota Cimahi Ardiansyah Kurniawan mengatakan, selain mengeluhkan soal minimnya fasilitas umum bagi kaum difabel, pihaknya menginginkan agar instansi terkait memberi pelatihan ketrampilan untuk tunanetra dan kaum difabel lainnya.

”Jangan hanya fasilitas umum saja, kita juga sebagai kaum difabel ingin diperhatikan dari segi fasilitas umum,” Kata Ardiansyah di Jalan Terusan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah kemarin (18/8).

Baca Juga:Ciptakan Kebersamaan Antar Keluarga Besar Arhanudri-3Ponsel Aktif, Kurir Sabu Diringkus

Ia melanjutkan, masyarakat yang berkebutuhan khusus sangat mengharapkan fasilitas khusus seperti jembatan penyebrangan. Sebab mereka saat ini cukup kesulitan jika akan menyebrang jalan.

”Akibatnya kalau mau menyebrang saja kita kesulitan apalagi masih banyak masyarakat yang tidak peduli akan keberadaan kita,” jelasnya.

Menurutnya, di sejumlah jalan protokal seperti di Jalan Amir Machmud, fasilitas jembatan penyebrangan sangat dibutuhkan. Sebab jalur tersebut cukup ramai arus kendaraannya.

Ia pun mencontohkan, Seperti di jalan Padjajaran Bandung, ada jembatan khusus dan sangat bagus. Selain jembatan, di sana ada trafick light bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Ia mengaku, untuk ke arah sana pihaknya belum mengajukan terkait fasilitas untuk masyarakat berkebutuhan khusus. Namun dia berharap pemerintah memperhatikannya hal tersebut.

”Sekarang kita belum mengajukannya, sebab kita masih fokus pada dunia pendidikan dulu,” jelasnya. (gat/fik)

 

0 Komentar