Meteor memasuki atmosfer Bumi berkecepatan 59,5 kilometer per detik atau 214.365 km per jam. Suhu permukaan meteor mencapai 1.650 derajat celsius. Partikel yang kecil membuat meteor terbakar di angkasa. Tidak akan ada yang jatuh ke Bumi.
”Hujan meteor Perseiod menunjukan aktivitas yang kuat sejak tahun 1990-an. Karena pada tahun 1992, komet Swift-Tuttle sedang berada di titik terdekat dengan matahari,” tuturnya. Dia menambahkan, pada tahun 2004 aktivitas tersebut kembali terjadi.
Beberapa waktu lalu, sudah terjadi hujan meteor Alpha Capricornid dan Delta Aquariid Selatan yang terjadi saat matahari terbenam. Pada tanggal 28-29 Juli, sudah terjadi hujan meteor Delta Aquariid dan 1-2 Agustus 2015 terjadi hujan meteor Alpa Capricornid. Meteor yang jatuh saat itu, hanya berjumlah 5 meteor perjam.
Baca Juga:Pemda Bisa Pindahkan SDN CilamePembangunan RKB Menuai Konflik
”Pada puncak jatuhnya meteor Perseid kita juga bisa menikmati rasi orion, taurus dengan menggunakan teleskop,” ucapnya. Dia menambahkan akan ada gugusan lintang kartika yang bisa dinikmati jelang fajar pukul 04. 56 WIB, saat planet Mars akan terbit dari timur. (*/fik)
