oleh

Warga Bandung Sudah Bisa Gunakan Aplikasi Panic Button

bandungekspres.co.id– Aplikasi harga pasar online dan tombol panik (Panic Button) resmi diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Bandung Command Center (BCC), Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, kemarin (10/7). Tujuan aplikasi tersebut untuk memberi rasa aman bagi warga Bandung sekaligus mewujudkan Bandung menjadi smart city.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung sekaligus Ketua Penyelenggara Aos WA Bintang. Adapun aplikasi ini terwujud atas kerja sama Kota Bandung dengan PT Telkom.

Panic Button bisa diunduh melalui Playstore. Nama aplikasinya yakni X-igent. Setelah diunduh, warga bisa mengisi data yang akurat dan data orang terdekat yang bisa dihubungi. Di dalam aplikasi tersebut, akan ada tombol SOS. Jika ditekan tiga kali, tombol tersebut akan membuat alarm di BCC berbunyi. Nantinya, tim di BCC akan membantu si pemilik telepon. Baik itu langsung menerjunkan personel keamanan ke sana, atau disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan di pemilik telepon.

’’Dengan adanya aplikasi ini (Panic Button), warga lebih tenang. Tinggal memencet tombol tiga kali maka bantuan akan datang secepat mungkin. Sehingga warga dapat pelayanan prima,’’ ucap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Kemarin pun, aplikasi ini langsung dicoba. Setelah terdengar bunyi alarm Panic Button, petugas di BCC melakukan tugasnya dengan sigap. Dalam layar, muncul nama Roni Sahroni posisi di Jalan Braga. Operator langsung menelepon Roni dan menanyakan kondisinya. Roni menceritakan bahwa dia terkena hipnotis. Dalam layar monitor, terlihat Roni berada di persimpangan Jalan Braga-Suniaraja. Sementara di ruang BCC polisi melakukan koordinasi untuk mengirimkan personel.

Dalam hitungan menit, warga yang dalam kondisi darurat tersebut mendapat perlindungan dan pengamanan dari kepolisian. Seperti itulah kinerja Panic Button. Warga bisa langsung dapat pertolongan, dibantu pemerintah.

Namun, apabila ketahuan berbohong, maka pengguna akan diblokir. Pemblokiran bukan melalui nomor telepon, tetapi lewat IMEI handphone. Sehingga, meskipun sudah ganti nomor, jika si pemilik berbohong lagi, akan tetap ketahuan.

Selain itu, Chip Panic Button akan dijual terpisah di pasaran dengan harga Rp 10 sampai 50 ribu. Ini untuk memudahkan warga yang tidak memakai handphone jenis Android. Sebab, untuk sementara aplikasi Panic Button belum dapat dikembangkan ke sistem IOS.

Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Dhafi mengaku siap bekerjasama dengan Pemkot Bandung untuk membantu keluhan warga. ’’Jadi nanti kalau ada memencet, patroli terdekat akan menghampiri. Keditek dari lokasi GPS. Apapun keluhannya petugas harus datang. Luar kota belum bisa kecuali 5 KM dari perbatasan,’’ kata Dhafi.

Panic Button semakin lengkap dengan diluncurkannya pula aplikasi komoditas harga pasar. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini nantinya para masyarakat khususnya ibu-ibu bisa tahu pergerakan harga pasar untuk menjaga stabilitas. ”Selanjutnya akan ada tombol atau aplikasi menunggu bis,” ungkap Emil—sapaan akrab Ridwan Kamil.

Melalui sembako.bandung.co.id, warga bisa langsung tahu harga-harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar terdekat. Aplikasi ini atas kerja sama pemkot dengan pasar. Peng-update-annya sendiri hanya dimaksimalkan hingga pukul 10 pagi setiap hari.

Emil mencontohkan, misalnya ada seorang warga yang ingin mengetahui harga mentega. ’’Maka, secara otomatis aplikasi tersebut mencari harga mentega yang paling rendah di pasar A dan tertinggi di pasar lainnya,’’ jelasnya. (mgm-anne/bbs/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga