Dadang Terlalu Dominan

[tie_list type=”minus”]Percaya Diri karena Menjadi Incumbet[/tie_list]

SOREANG – Dadang M Naser, calon bupati Bandung dari jalur independen dianggap masih terlalu kuat untuk calon yang lainnya. Karena itulah, kini hanya jalur partai politik yang akan menjadi lawan satu-satunya. Namun, hingga kini belum ada satu parpol pun yang membocorkan nama calon mereka.

Hal itu diungkapkan pengamat politik Asep Warlan Yusuf. Dia menilai, calon Bupati Bandung jalur perseorangan Dadang M Naser sebagai sosok unggul. Bahkan, pengamat dari Universitas Parahyangan Bandung itu menganggap Dadang belum mendapat lawan sepadan di Pilkada Kabupaten Bandung 9 Desember 2015.

’’Dadang itu sekarang masih dominan karena dia incumbent. Lawannya belum ada yang mendekati, sehingga sosok ini sangat percaya diri,’’ ujar Asep di Bandung Senin (6/7).

Menurut dia, beberapa waktu terakhir tingkah laku petahana yang akrab disapa DN ini kerap memunculkan kepercayaan dirinya. Salah satunya meminta partai yang bermitra agar menempatkan kader terbaiknya. Misalnya dari PKS menempatkan Gun Gun Gunawan sebagai calon wakilnya.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bandung HM Surgayagena mengatakan, PKS juga turut menggenjot nama DN. ’’Meski tidak disebutkan sebagai kader PKS, namun masyarakat tahu Gun Gun itu kader PKS. Terbukti saat mendampingi Dadang Naser daftar ke KPU kan kader PKS yang mengantarkannya,’’ tuturnya.

Dia mengatakan, hingga kini masih belum terpetakan lawan yang memadai untuk sejajar dengan petahana Kabupaten Bandung itu. ’’Baik itu dari partai atau perseorangan, belum ada yang menyamai untuk melawan calon pasangan ini,’’ imbuhnya.

Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasannudin mengaku, dengan daftarnya incumbent sebagai calon dari jalur non partai merupakan keuntungan bagi calon partai lain. ’’Karena pada umumnya, yang maju jadi independen itu mereka-mereka yang partainya kuat seperti DN inilah,’’ papar Tubagus di Kantor DPD PDIP Jabar, Bandung.

Tubagus menyebutkan sejumlah petahana yang maju melalui jalur perseorangan dalam Pikada serentak di Jabar, seperti Bupati Bandung Dadang M Naser dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Selain itu, terdapat juga Kader Partai Golongan Karya Daniel Muttaqien Syafiuddin yang daftar jalur perseorangan di Kabupaten Indramayu. Meski berdasarkan kabar terakhir, Daniel menyatakan mundur karena terbentur aturan mengingat dirinya merupakan putra dari Bupati Indramayu Anna Sophanah. (gun/far)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *