oleh

Mantan Bukan Sekadar Bekas

Permib Pakai Tema Unik untuk Menarik Penyumbang

Berawal dari kegelisahannya memiliki pakaian baru namun kurang pas, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Bandung (Permib) M Arfidh mencetuskan ide garage sale dalam Permibtivity Charity dan Activity yang diselenggarakan di Bandung Eid Festival.

 Angki, Bandung

MAHASISWA semester 3 Universitas Telkom Bandung itu mengusung tema ‘barang dari mantan’. Bukan tanpa alasan dan kritikan tentunya, ide yang datang dari obrolan iseng anak nongkrong itu dituangkan ke dalam suatu hal yang positif. Dia merasa, tema tersebut sangat masa kini. Lagi pula, tidak ada salahnya memanfaatkan barang pemberian mantan dari pada hanya tersimpan tanpa fungsi.

Eid Festival Bandung 2015 - bandung ekspres
INTANWIDIS/JOB/BANDUNG EKSPRES

UNIK: Sejumlah mahasiswa menjual barang-barang mantan di acara Eid Festival Bandung 2015 Jalan Cikapundung Timur, Kota Bandung, Senin (29/6).

Sebelumnya dia berpikir, jika hanya mengadakan garage sale saja dirasa sulit untuk mengumpulkan barang beserta pakaian, walaupun nantinya disumbangkan.

’’Susah kalau barang buat disumbangin. Nah dari pada barang dari mantan nggak ada gunanya cuma di letakkan di kamar, lebih baik disumbangkan ke sini. Kan bukan jadi kenangan saja, tapi juga bisa menghasilkan sesuatu,’’ ungkapnya ketika ditemui Bandung Ekspres di Jalan Cikapundung Timur, Senin (29/6) lalu.

Dalam pelaksanaannya, barang-barang yang dijual tersebut berasal dari anggota Permib. Namun, dia juga menerima beberapa barang dari luar himpunan yang diseleksi sesuai kelayakan dan harga. Barang yang dijual di antaranya pakaian layak pakai dari berbagai merek. Mulai dari baju perempuan, rok, kaos, kemeja, celana cino, jaket, flannel, hingga aksesori seperti, kacamata, kalung, ditambah lagi dengan beberapa pasang sepatu.

Barang-barang tersebut hampir 70 persen berasal dari para mantan kekasih para anggota Permib. Saat ada pembeli yang bertanya perihal asal barang tersebut, dengan sabar dan senyum dia yang masih kuliah di fakultas Teknik Industri beserta para anggota lainnya siap menjelaskan. Baginya, barang yang paling laku terjual adalah kemeja serta produk untuk pria.

’’Kita low cost saja. Sekaligus memanfaatkan barang yang masih layak pakai,’’ ujar dia sambil tertawa.

Dengan stand yang bergabung dengan lapak milik teman sekampusnya dan modal awal kurang dari Rp 2 juta, dia dan teman-temannya selama seminggu ini telah menjual lebih dari 100 buah barang. Keuntungan yang dirauk lebih dari Rp 500 ribu seharinya. Namun, keuntungan tersebut bukan hanya masuk ke dana Permib, tetapi juga diberikan kepada donator yang menyumbangkan.

Permib sendiri adalah kumpulan mahasiswa asli Bandung yang menempuh pendidikan di Universitas Telkom, Bandung. Terbentuk pada 5 Mei 2005, Permib ada karena kampus tersebut memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di nusantara. Dengan adanya Permib, diharapkan para mahasiswa asli Bandung muncul untuk menjadi unit kegiatan mahasiswa yang tetap konsisten di kampus, walaupun banyak unit kegiatan mahasiswa dari berbagai daerah lainnya. (/far)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga