oleh

Euforia CFN-CFD Timbulkan Masalah Baru

[tie_list type=”minus”]Warga Lebih Suka Bahu Jalan[/tie_list]

SUMUR BANDUNG – Kawasan Alun-alun dan Asia Afrika Kota Bandung kini menjadi daya tarik baru. Warga berbondong-bondong ke kawasan bersejarah itu, terutama pada akhir pekan. Terlebih, saat ini sudah digelar car free day dan car free night di sana. Meski baru tahap uji coba, antusias masyarakat sangat baik.

Titik Parkir CFD
7 Titik Parkir

Setelah perhelatan peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) beberapa waktu lalu, kawasan tersebut semakin banyak dikunjungi. Pasalnya, infrastruktur di kawasan itu semakin baik dan unik. Banyak warga menghabiskan waktu di sana hanya untuk berfoto-foto.

Namun, masalah baru timbul. Yakni, lahan parkir kendaraan yang menggunakan badan jalan. Hal ini sontak menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan tata kota. Padahal, di kawasan tersebut tersedia sejumlah lahan parkir. Seperti, basement Alun-alun, Jalan Dalem Kaum, dan lainnya.

Tetapi, sejumlah warga mengaku, lebih suka memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Pasalnya, mudah dijangkau dan harga parkir pun sama. Seperti yang dituturkan Parmin. ’’Lagian disediain juga lahannya untuk parkir. Kalau tidak boleh (parkir di situ) kan saya juga cari lahan parkir yang lain,’’ ujarnya, sambil didampingi keluarganya, kepada Bandung Ekspres belum lama ini.

Hal serupa dituturkan Andri, 22. Mahasiswa Unpad ini mengaku, lebih suka parkir di pinggir Jalan Cikapundung, karena kendaraanya bisa dipantau. Sebab, dia menilai basement Alun-alun cukup angker dan tidak terawasi dengan baik. ’’Kalau di basement, takutnya ada yang nyolong helm nggak ketahuan. Udah gitu, posisinya di bawah. Kalau di pinggir jalan kan lebih kelihatan,’’ tuturnya.

Saat Bandung Ekspres memantau basement Alun-alun saat CFN Asia Afrika berlangsung, kondisi basement memang diisi kendaraan. Namun, tidak penuh. Sedangkan, di badan Jalan Dalem Kaum, Cikapundung Barat, dan kawasan Alun-alun sendiri, padat oleh parkir kendaraan roda dua. Pasalnya, para pengunjung CFN lebih memilih bahu jalan daripada basement. Oleh sebab itu, basement Alun-alun dinilai tidak efektif.

Menanggapi hal ini, Wali kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan secara terpisah, memang belum ada rencana pembangunan gedung parkir di kawasan Asia Afrika. ’’Kita maksiamalkan tempat yang sudah ada,” kata Emil—sapaan akrabnya, kepada Bandung Ekspres, beberapa waktu lalu.

Diakuinya, dalam kegiatan CFN memang ada titik-titik jalan yang ditutup. Tetapi sementara ini dibiarkan berjalan apa adanya. Menurut dia, euforia masyarakat atas suksesnya gelaran KAA dilanjut dengan CFN, menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan tempat hiburan murah dan aman cukup tinggi. ’’Uji coba kemarin akan dipertimbangkan guna mendorong festival ramadan,” pungkas Emil. (amr/edy/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga