oleh

KPA Jangan Jalan Sendiri

[tie_list type=”minus”]Pencegahan AIDS Harus Bersama OPD[/tie_list]

COBLONG – Salah satu penyebab meningkatnya penderita AIDS di Jawa Barat adalah kurangnya sosialisasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Terutama, untuk masyarakat yang ada di daerah-daerah terpencil.

Anggota Komisi V DPRD Jabar Ikhwan Fauzi mengatakan, selama ini KPA dalam melakukan sosialisasinya sering berjalan sendiri. Bahkan, hanya sebatas seremonial peringatan hari AIDS. ’’Penderita AIDS itu kemungkinan berbanding lurus dengan pemakai Narkoba yang saat ini setiap tahunnya jumlahnnya terus meningkat,” jelas Ikhwan ketika ditemui di gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, kemarin (25/5).

Baca Juga:  Nikita Mirzani Hapus Tato Demi Negara

Selain itu, KPA juga sering mengalami kesulitan dalam anggaran biaya operasional ketika akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi. Sebab, harus mengandalkan dana hibah dari pemerintah daerah atau kucuran dari KPA pusat.

Padahal, lanjut dia, di beberapa OPD seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta BKKBN, sebetulnya memiliki program dalam penanganan permasalahan penyebaran AIDS tersebut. ’’Nah, kalau begitu kenapa lembaga ini tidak ikut menempel saja pada salah-satu dinas tersebut, agar pelaksanaan sosialisasi bisa berjalan terus,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, saat ini penderita AIDS di Jabar khususnya kota-kota besar terus mengalami peningkatan. Fenomena ini seiring dengan banyaknya para pemakai narkoba dan merebaknya prostitusi.

Baca Juga:  Park Seo Joon dan Park Bo Young Akan Gabung di Film Terbaru Bertema Distopia

KPA tidak menyebutkan secara pasti jumlah penderita AIDS di Jabar. Namun, Ikhwan meyakini saat ini penderita AIDS telah mencapai angka 10 ribu lebih. Termasuk mereka yang terkena infeksi HIV. Terlebih, saat ini penderitanya kebanyakan anak-anak dan ibu rumah tangga yang tertular akibat pergaulan suaminya. Bahkan, yang lebih parah lagi kata dia, Jabar belum memiliki rumah sakit yang khusus menangani penderita AIDS atau HIV.

Baca Juga:  Tol Layang MBZ Arah Cikampek Akan Ditutup Mulai Pukul 24.00 WIB Nanti

’’Masa penderita HIV atau AIDS ditempatkan di rumah sakit Jiwa. Ini kan sangat tidak sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, terkesan dipaksakan,” ucap dia.

Oleh karena itu, dirinya menyarankan keberadaan KPA di Jabar dan kota-kota lainnya seharusnya bisa bersinergi dengan OPD dan lembaga yang ada. Agar dalam programnya dapat dukungan anggaran yang memadai. ’’Kita ingin penderita AIDS di seluruh Indonesia harus ditekan. Kalau tidak dari sekarang, masalah AIDS akan menjadi fenomena gunung es,” pungkas Ikhwan. (yan/tam)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga