oleh

Prostitusi Artis, Polri Telisik Gratifikasi Seks

JAKARTA – Polri berupaya mengembangkan kasus prostitusi artis yang melibatkan mucikari berinisial RA. Salah satunya, menelisik kemungkinan adanya gratifikasi seks untuk pejabat negara. Untuk itu, hingga saat ini Polri berupaya mendeteksi alat komunikasi RA dengan para konsumennya.

DISKUSI PROSTITUSI ARTIS
FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

TOPIK PANAS: Artis Maia Estianty, Dr Hj Tuty Alawiyah Mantan Menteri Agama (tengah) dan host
Brigadir Dara Intan saat acara diskusi seputar prostitusi artis di Humas Mabes Polri, Jakarta.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan menuturkan, prostitusi artisnya yang nilainya bisa mencapai Rp 200 juta membuat polisi curiga soal kemungkinan konsumennya, tidak hanya untuk kesenangan pribadi. Melainkan, bisa jadi untuk kepentingan bisnis. ’’Ini asumsi awalnya,’’ jelasnya.

Dengan begitu, kemungkinan besar adanya gratifikasi seks pada pejabat negara juga terbuka lebar. Hal tersebut tentunya harus digali dari kasus yang menggemparkan ini. ’’Kami menargetkan untuk menguaknya,’’ tuturnya.

Caranya, dengan mengidentifikasi setiap data dari alat komunikasi RA dan PSK artis tersebut. Bila, diketahui ada pejabat negara, tentunya bisa ditelusuri lebih lanjut. ’’Kami mengejar bukti itulah,’’ paparnya.

Anton menjelaskan, bila ditemukan adanya gratifikasi seks, tentunya polisi tidak akan segan-segan untuk menjerat pejabat yang terlibat. ’’Untuk apa gratifikasi seks itu juga akan dikuak,’’ tegasnya.

Selain melalui alat komunikasi, harapannya para artis yang menjadi korban itu juga bisa terbuka kepada polisi. Sehingga, bisa diketahui kemungkinan adanya gratifikasi seks tersebut. ’’Kami akan panggil semuanya,’’ ujarnya.

Tentunya, pengakuan para artis ini akan dikonfrontasi dengan RA. Sehingga, harus terjalin semua bukti tersebut. ’’Benang merahnya harus diketahui dalam kasus ini,’’ ujarnya ditemui di kantor Divhumas kemarin.

Sayangnya, hingga saat ini mucikari RA masih tertutup terhadap kepolisian. Hal tersebut tentunya menyulitkan pemeriksaan. ’’Mungkin dia memang berupaya merahasiakannya, sebab bisnis prostitusi kelas atas itu yang paling penting kerahasiaan,’’ jelasnya.

Selain itu, polisi juga mengidentifikasi adanya kemungkinan mucikari selain RA. Dia menuturkan, bahwa kemungkinan ada jaringan mucikari yang bekerjasama dalam prostitusi artis tersebut. ’’Ini kami masih perdalam,’’ ujarnya.

Menurut dia, polisi menargetkan kasus tersebut bisa terkuak secara lengkap dalam waktu dekat. Sehingga, bisa memenuhi harapan masyarakat dalam kasus tersebut. ’’Ini yang diinginkan masyarakat, biar semua bisa jelas,’’ ucapnya.

Hingga saat ini Bareskrim masih mendukung penanganan Polres Jaksel agar bisa menelusuri kasus tersebut. Salah satunya, dengan menyediakan berbagai peralatan yang diperlukan dalam penanganan kasus, dari penyadap dan lainnya. ’’Kami masih back up semuanya,’’ jelasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Mucikari RA tertangkap saat mengantas artis berinisial AA dalam untuk bertemu dengan lelaki hidung belang di sebuah hotel bintang lima di Jakarta. (idr/hen)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga