Ekonomi Tumbuh 4,71 Persen

Pertumbuhan Ekonomi
FAJRI ACHMAD NF/ BANDUNG EKSPRES
PENINGKATAN: Pekerja melakukan pekerjaan bangunan di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin (5/5). Badan Pusat Statistik (BPS) Jabarmencatat pertumbuhan ekonomi Jabar pada Kuartal 1/2015 tumbuh menjadi 4,93% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya yaitu 4,55%.
0 Komentar

’’Impor barang modal turun, terutama barang modal jenis alat angkutan dan mesin. Selain itu industri mesin domestik juga turun. Satu lagi, ekspor jasa terkontraksi karena melambatnya pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan turunnya rata-rata pengeluaran wisman,’’ paparnya.

Bagaimana tanggapan pemerintah? Perlambatan ekonomi global rupanya terus dituding sebagai biang kerok jebloknya kinerja ekonomi Indonesia sepanjang Kuartal I 2015. Pemerintah pun mulai realistis dengan mencoba menggenjot mesin pertumbuhan dari dalam negeri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perlambatan ekonomi pada Kuartal I 2015 ini sudah lama diprediksi. Selain perlambatan ekonomi global, daya beli masyarakat juga masih rendah seiring beberapa kenaikan harga seperti BBM. ’’Efeknya terasa saat ini,’’ ujarnya di Kantor Wakil Presiden kemarin (5/5).

Baca Juga:Tak Ingin KecolonganPemkab Akan Relokasi PKL

JK pun membeber resep obat untuk kembali menggairahkan ekonomi yang lesu saat ini. Apa itu? ’’Menggenjot infrastruktur,’’ sebutnya mantap.

Menurut dia, proyek-proyek infrastruktur akan mendorong dua mesin pertumbuhan ekonomi sekaligus, yakni belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Data BPS memang menunjukkan jika belanja pemerintah yang hanya tumbuh 2,21 persen merupakan titik terlemah, dibanding konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,01 persen dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 4,36 persen.

JK menyebut, dengan pembangunan infrastruktur, dana pemerintah akan mengucur lebih deras. Selain itu, proyek infrastruktur juga akan memberi multiplier effect dengan menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat. ’’Itu akan mendorong daya beli,’’ katanya.

Ditemui terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menyebut jika rendahnya pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2015 merupakan imbas dari beragam faktor, mulai dari perlambatan ekonomi global, masih rendahnya harga komoditas tambang dan perkebunan, serta belanja pemerintah yang masih terhambat. ’’Jadi bisa dimaklumi kalau (pertumbuhan ekonomi) rendah,’’ ucapnya di Istana Negara kemarin (5/5).

Meski demikian, Sofyan mengaku optimistis jika pertumbuhan ekonomi akan membaik mulai Kuartal II 2015. Alasannya, program-program pemerintah sudah mulai berjalan, sehingga anggaran yang dikucurkan bakal memutar roda ekonomi lebih cepat. Tren realisasi belanja ini akan terus naik hingga akhir tahun. ’’Jadi, Kuartal II lebih baik, Kuartal III lebih baik lagi dan Kuartal IV lebih baik lagi,’’ jelasnya.

0 Komentar