Bupati Kucurkan Uang Kadeudeuh Rp 6,158 Miliar

Bonus untuk Atlet Berprestasi di Kabupaten Bandung

SOREANG – Para atlet yang telah berhasil memperoleh medali di gelaran PORDA XII dan PORCADA III tahun 2014 lalu kini bisa merasa lega. Sebab, Bupati Bandung Dadang M Naser akhirnya menepati janjinya untuk memberikan bonus kepada mereka. Tak tanggung-tanggung, total pemberian bonus kepada sekitar 500 atlet tersebut berjumlah Rp 6,158 miliar.

Berdasarkan informasi, rincian bonus tersebut di antaranya peraih medali emas Rp 30 juta. Kemudian, medali perak Rp 20 juta dan medali perunggu Rp 15 juta.

’’Bonus ini sangat wajar. Mengingat para atlet tersebut sudah sangat berjasa dengan menyumbangkan prestasi gemilang kepada daerahnya. Sebagai bentuk penghargaan pada mereka kami memberi uang kadeudeuh,’’ kata Bupati usai pemberian penghargaan di Gedong Budaya Sabilulungan, kemarin (6/4).

Meski menggelontorkan uang bonus, di sisi lain bupati mengaku, belum puas dengan pencapaian para atlet yang berasal dari Kabupaten Bandung. Sebab, mereka hanya meraih tujuh besar di ajang tersebut.’’Ya tidak puas, kan janjinya lima besar. Namun masih bisa diperbaiki di PORDA 2018,’’ tambahnya.

Disinggung soal banyaknya praktik pembajakan yang terjadi di kalangan atlet, Dadang mengaku, cukup sulit untuk menangani kondisi tersebut. ’’Namun bentuk penghargaan bonus untuk para atlet semacam ini merupakan salah satu upaya untuk bisa mempertahankan mereka untuk tetap berada di sini,’’ katanya.

Terkait bonus, dia juga menambahkan, aka nada juga bentuk perhatian-perhatian lain untuk bisa tetap menjaga prestasi para atlet agar mengabdi di daerahnya sendiri.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bandung Herda M. Ghani merasa, jumlah bonus yang diberikan Bupati memang cukup besar. Sebab, ada beberapa cabang olahraga (Cabor) beregu yang memenangkan medali. ’’Untuk Softball-Baseball saja jumlahnya ada sekitar 54 orang. Kemudian, Hoki 36 orang dan ada juga tim beregu yang lain,’’ ungkapnya.

Yang memenangkan medali sendiri ada, kata dia, sekitar 12 cabor yang merupakan cabor unggulan. Seperti hoki, gulat, tarung derajat dan lain-lain. ’’Memang hasilnya sebenarnya fluktuatif, ada yang PORDA sebelumya kalah, kali ini menang dan begitu juga sebaliknya,’’ tambahnya.

Tidak tercapainya target Kabupaten Bandung meraih lima besar, dikatakan Herda bukan akibat dari permasalahan yang didera KONI Kabupaten Bandung. ’’Kalau saya sebagai olahragawan merasa pembinaan saja yang kurang,’’ jelasnya.

PORDA ini memang merupakan target pertama KONI di bawah kepemimpinannya. Tahap selanjutnya adalah pembenahan administrasi untuk mencegah masalah seperti sebelumya. ’’saya bahkan telah me-reshuffle 10 orang pengurus KONI yang kinerjanya kurang bagus,’’ katanya.

Herda mengatakan, dalam pembenahan administrasi tersebut bukan saja pembenahan pengurus. Namun juga transparansi anggaran. ’’Tiap tahun akan dilakukan evaluasi, jika ada yang kinerjanya buruk saya pastikan akan langsung di-cut,’’ pungkasnya. (mg15/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.