oleh

Benci-Rindu Pengguna Damri Tua

Atap Bocor, Gas Masuk Kabin

[dropcap]K[/dropcap]ondisi moda transportasi massal Kota Bandung memang belum bersahabat. Tapi, warga sepertinya tak punya pilihan. Apalagi, bagi mereka yang kerap menumpang bus Damri tua untuk menunjang aktivitasnya.

KEPULAN asap tebal hitam keluar dari knalpot bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) tua, yang melintas di sejumlah jalanan utama Kota Bandung. Pemandangan ini mudah ditemui. Terjadi setiap hari. Kondisi fisik mobilnya pun jauh dari kata bersih. Jauh dari perumpamaan mobil antik. Kian tua makinterawat.

’’Tapi gimana lagi,’’ kata Anisa Nur Hakim, mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, menjawab pasrah dengan kondisi masih beroperasinya Damri tua.

Kekesalan lain Anisa pada bus Damri tua adalah lamanya waktu menunggu. Belum lagi kepulan asap dari knalpot masuk ke dalam bus. Kondisi itu memaksa dirinya membuka jendela lebar-lebar. Agar, sirkulasi udara di dalam terjaga. Meski begitu, dia mengaku, tetap sering menumpang bus Damri tua jalur Elang-Cibiru. ’’Jadinya bau aja ke dalam,’’ kata dia.

Sikap benci tapi rindu juga ditunjukkan Ryan Ridwan, mahasiswa Unjani. Bagi dia, menumpang bus Damri tua terbilang murah. Meski, mestinya bukan berarti juga mengabaikan kenyamanan penumpang. ’’Dari kursinya saja. Dari fisiknya, ya gitu, nggak nyaman,’’ jelas dia yang kerap menggunakan bus Damri tua jurusan Tanjungsari-Kebon Kalapa ini.

Kondisi miris lainnya adalah jika hujan turun, maka air ikut menetes ke penumpang di dalam bus, alias bocor. ’’Beberapa kali hujan dan, atapnya bocor,’’ ungkap dia.

Dinas Perhubungan Kota Bandung mengakui, rute Elang–Cibiru dan Tanjung Sari–Kebon Kalapa, kondisi fisik busnya tidak terawat. Bahkan, masih ada lagi jalur lain yang kerap ditemukan bus Damri tidak terawat. Seperti pada rute, Dipatiukur–Jatinangor, Alun alun–Ciburuy, Lewipanjang–Dago.

Hal itu terjadi, kata Penguji KIR Dinas Perhubungan Kota Bandung Asep Kuswara, akibat bus Damri jalan tanpa KIR. Akhirnya, mobil terlihat rusak, tidak terawat dan seadanya. Padahal, masa batas masa kelayakan bus Damri beroperasi hingga usia 20 tahun. Artinya, kata Asep, masa uji suatu kendaraan memiliki waktu tersendiri. Yakni, pengujian kondisi mesin dan fisik di setiap enam bulan sekali. ’’Nggak. Sudah nggak bisa (jalan). Itu (Damri) hanya jalan tanpa ada KIR dari kami,’’ ungkap dia di kantornya, Kawasan Gedebage.

Kemudian, dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 tahun 2012 mengenai Kendaraan, menyebutkan sanksi 3 bulan kurungan dan denda Rp 3 juta bagi para pelanggar, yang mengaktifkan angkutan di jalan tanpa mengantongi KIR. Selain itu, dicabut izinnnya.

Dia menjelaskan, dalam proses pengujian kendaraan, terdapat empat tahap pengujian yang sistematis. Pertama dilakukan pra uji atau pengecekan secara visual pada rangka kendaraan. Setelah itu, dilakukan pencocokan antara nomor rangka, dan nomor mesin. Kedua, pengecekan fungsi dan kondisi, secara kasat mata. Baik lampu, body maupun bannya. Ketiga, dilakukan uji emisi gas buang di bagian mesin bawah. Kemudian lampu, rem dan kelurusan kondisi stir. Jadi untuk mendapatkan uji KIR, pengemudi harus menunggu sekitar satu jam.

Dikonfirmasi, Kepala Teknik Damri Bandung Giyarno menolak menjawab tentang Damri tua yang beroperasi tanpa KIR. Dia hanya menyebut, sekitar 40 unit bus Damri jenis Mercedes-Benz Of1113 yang berusia di atas 25 tahun masih beroperasi hingga saat ini. Dari total 250 unit bus yang dipunya Damri. Setiap harinya 160 unit bus beroperasi. Sebanyak 70 bis sudah tidak beroperasi.

Giyarno menegaskan, secara umum kondisi bus yang beroperasi tidak tergolong tua. Sebab, yang tergolong tua adalah yang di bawah tahun 2005. ’’Sekitar 50 persen dari 250 bus termasuk bus muda. Sisanya tergolong tua,’’ ucap dia.

Sebanyak 45 unit bus bantuan sudah diterima Damri dari Kementerian Perhubungan. Rencananya akan mulai beroperasi awal April nanti. ’’Saat ini sedang menunggu KIR-nya keluar,’’ ujar Giyarno. Nantinya, 45 bus tersebut akan menggantikan bus jenis Mercedes-Benz Of1113 yang sudah berusia di atas 25 tahun. ’’Semuanya akan diganti dengan bis baru. Nanti, bis lama akan kita lelang melalui Badan Pelelangan Negara, karena bus itu termasuk aset negara,’’ jelasnya.

Selain itu, tarif penumpang Damri di tiga trayek akan turun hingga Rp 2.000. ’’Trayek yang dilalui bus bantuan adalah Leuwipanjang Dipati Ukur, Cibeureum–Jatinangor, dan Alun-alun–Ciburuy,’’ terang dia. (fie/mg7/hen)

Baca Juga:

[tie_list type=”plus”] Pengawasan Tiap Hari tanpa Arti[/tie_list]

[tie_list type=”plus”]Terancam Penyakit ISPA[/tie_list]

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga