oleh

Segera Bayar Pembebasan Lahan Tol Seroja

Target Lima Persen Beres

SOREANG – Kabar gembira untuk di beberapa Desa di Kecamatan Margaasih. Sebab, dalam minggu-minggu ini, Pemkab akan melakukan pembayaran lahan tanah untuk pembangunan tol Soreang-Pasir Koja (Seroja) dengan total Rp 50 miliar.

’’Pembayaran terus kami lakukan, berarti masyarakat yang tanahnya akan dibebaskan sudah clear dan tidak ada hambatan lagi,” ujar Bupati Bandung Dadang Naser usai rapat peninjauan lapangan dan penjelasan pembangunan Jalan Tol Soroja di Bale Sawala Gedung Setda Pemkab Bandung, Soreang, kemarin (24/3).

Dia mengatakan, Pemkab Bandung menargetkan jumlah lahan yang dibebaskan untuk pembangunan jalan tol Soroja tahun ini bertambah menjadi 95 persen. Angka tersebut naik dari tahun pembebasan sebelumnya yang hanya mencapai 83 persen.

’’Saya prediksi tinggal 5 persen di tahun ini. Yang masih ada ganjalan itu terjadi di internal keluarga mereka saja,’’ tandasnya.

Doa menambahkan, warga yang merasa masih keberatan soal harga pembebasan lahan, akan diselesaikan lewat pengadilan. Hal ini sesuai dengan aturan pemerintah terkait percepatan proyek pembangunan. Tol Soroja ini, diharapkan Dadang, mampu mengubah wajah ibu kota Kabupaten Bandung sebagai pusat pemerintahan menjadi pusat perdagangan.

’’Harapannya ada pertumbuhan di Soreang. Makanya harus ada kesiapan mental dari masyarakat,’’ katanya.Selain itu, destinasi wisata alam dan agro yang ada di Kabupaten Bandung akan berkembang ketika pembangunan tol Soroja selesai. Sebab, selama ini potensi wisata yang ada terkesan terisolasi. Faktornya penyebabnya, jalan yang sempit.

Berdasarkan data yang dimilikinya, interaksi kendaraan yang masuk menuju Soreang setiap harinya mencapai 17.528, sehingga semakin prospektif secara bisnis.

’’Nanti transportasi pengangkutan pertanian dari Bandung ke Jakarta bisa lebih cepat lagi. Tidak hanya itu, pusat-pusat bisnis atau perdagangan pun akan bermunculan,’’ jelasnya.

Sementara itu, Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) menargetkan pemenang lelang proyek pembangunan tol, keluar pada Agustus 2015. Dengan demikian, target pengoperasian tol pada September 2016 bisa terwujud.

Ketua Panitia Lelang, Eka Pria Anas mengatakan, selesainya proyek pembangunan tol Soroja ini tergantung dari peminat lelang. Saat ini, sudah ada peserta yang berminat mengikuti lelang. Di antaranya PT Konsorsium Jasa Marga, PT Bangun Cipta Sarana, PT Wijaya Karya, dan Waskita Karya.

’’Untuk panjang jalan tol ini antara 8-9 kilometer dengan biaya investasi diperkirakan mencapai Rp 1,8 triliun. Biaya pengadaan tanah menghabiskan Rp 696 miliar dan biaya kontruksi Rp 880 miliar,’’ ujarnya.

 Eka menuturkan, pihaknya mendorong adanya penjaminan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), untuk merangsang peserta memasukan penawarannya.

’’Kepastian penjaminan akan disampaikan saat penerbitan adendum dokumen lelang April mendatang. Yang akan jadi pemenang lelang, mereka yang berani melakukan penawaran tarif terendah,’’ katanya.

Meski begitu, pihaknya mengantisipasi terjadinya penawaran tunggal. Apabila itu terjadi, pihaknya akan meminta persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. ’’Kalau disetujui, ini akan mengulangi pemenang tunggal seperti yang terjadi dilelang proyek pembangunan di Kualanamu, Medan. Mengenai pembatalan lelang diharapkan tidak terjadi,’’ paparnya.

Dirinya menambahkan, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) harus sudah terbentuk satu bulan sebelum konstruksi berjalan. Peserta lelang pun disarankan segera mencari sumber pendanaan dengan menghubungi lembaga pembiayaan pada September 2015. (mg15/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga