oleh

Harga Beras Berangsur Turun

Mulai Memasuki Musim Panen

CIMAHI – Harga beras yang sempat mengalami kenaikan beberapa hari terakhri ini, kini mulai berangsur turun. Setidaknya, hal ini terpantau di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi.

Bahkan, beberapa pedagang memperkirakan harga beras akan terus mengalami penurunan seiring masuknya musim panen.”Sejak tiga hari ini sudah mulai ada penurunan semua jenis beras, sekitar Rp 1.000 per kilogram,” ungkap pedagang pasar tradisional Cimindi Dadang Permana, (45), kemarin (9/3).

Adapun beras yang mengalami penurunan yakni. beras IR 64 dari Rp 11 ribu per kg jadi Rp 10 ribu per kg. selain itu, beras Cianjur dari Rp 11.500 per kg menjadi Rp 10.500 per kg. ”Untuk jenis beras lainnya kebetulan saya belum belanja, tapi katanya turun juga,” ujarnya..

Baca Juga:  Anggaran Kementan Ditambah Rp1,45 Triliun, Panen Padi Kok Malah Berkurang?

Selain itu, penurunan harga beras pun dipengaruhi oleh pelaksanaan operasi pasar khusus (OPK) yang sempat dilaksanakan Pemkot Cimahi beberapa hari lalu. ”Pelaksanaan OPK sedikit banyak mempengaruhi harga beras menjadi turun. Kita berharap harga beras ini akan terus turun dan kembali ke harga normal,” katanya.

Berbeda dengan beras, harga sejumlah komoditas sayuran justru mengalami kenaikan. Terutama harga cabai yang mengalami kenaikan cukup tajam. ”Kemarin harga cabai sempat turun setelah naik tinggi. Sekarang harganya naik lagi,” ungkap Nana (38) pedagang sayuran di pasar Antri Baru Kota Cimahi.

Baca Juga:  Dampak PPKM Darurat, Begini Kondisi Pasar Tradisional Cimahi

Menurut Nana, harga cabai merah tanjung sendiri saat ini naik dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Selain beberapa jenis cabai, bawang merah dan buncis juga mengalami kenaikan. Bawang merah dari Rp 14 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Sedangkan buncis naik dari Rp 2 ribu per kilogram menjadi Rp 8 ribu per kg.

”Kenaikan ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, jadi banyak hasil panen yang kualitasnya jelek. Imbasnya harga juga naik rata-rata 50 persen,” terangnya. (mg18/asp)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga