oleh

Singkong Sulit Dicari

Pengusaha Keripik Jarang Menerima Pasokan

NGAMPRAH – Pengusaha keripik singkong di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluh karena sulitnya mendapatkan bahan baku singkong. Pasalnya, banyak para petani singkong yang gagal panen sehingga mengakibatkan pasokan singkong semakin minim.

PRODUKTIVITAS MENURUN: Sejumlah petani singkong mengalami gagal panen karena cuaca ekstrem. Ini menyebabkan pengusaha keripik ’menjerit’.
PRODUKTIVITAS MENURUN: Sejumlah petani singkong mengalami gagal panen karena cuaca ekstrem. Ini menyebabkan pengusaha keripik ’menjerit’.

Pengusaha keripik singkong asal Bandung Barat, Aceng Kodir mengaku, saat ini pihaknya kesulitan mendapatan bahan baku singkong dari petani. Menurut dia, dari pengakuan para petani, sulitnya mendapatkan singkong lantaran faktor cuaca ekstrim.

”Kalau pengakuan dari petani memang gara-gara cuaca yang tidak menentu sehingga berpengaruh pada panen singkong di lapangan,” ujarnya kepada wartawan di Ngamprah, kemarin (6/2).

Menurut dia, panen singkong memang setiap sembilan bulan sekali. Namun, saat ini kebanyakan para petani itu panennya bersamaan. Seharusnya, kata dia, panen singkong itu tidak bersamaan supaya kebutuhan para pengusaha kripik bisa terpenuhi. ”Kalau bisa yang petani satu panen pada bulan Januari, yang petani kedua pada bulan lain. Sehingga kebutuhan kami terpenuhi setiap bulannya,” ujarnya.

Dirinya biasanya mendapatkan pasokan singkong dari Kecamatan Cipongkor, Cipatat dan Batujajar. Namun, karena saat ini sulit mendapatkan bahan baku singkong, pihaknya membeli singkong hingga ke Sukabumi dan mendapatkan pasokan barang dari Subang.

”Mau gimana lagi, kita harus berjuang mendapatkan singkong hingga ke kota lain,” ungkapnya.

Aceng menambahkan, selain sulit mendapatkan singkong, pihaknya juga menyesalkan kenaikan harga singkong. ”Kalau dulu harga singkong Rp1.000 per kilogram. Saat ini naik menjadi Rp2.000 per kiligram. Naik harga memang membuat keberatan juga buat kami,” terangnya sambil menyebutkan kebutuhan bahan baku singkong seharinya bisa mencapai enam ton.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Barat agar memperhatikan nasib para petani singkong agar menemukan solusi sehingga pasokan singkong akan terpenuhi.

”Kalau bisa dari dinas terkait juga membantu para petani. Supaya tidak gagal panen dan pasokan singkong aman,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang petani singkong Batujajar, Maman Taryana, 50, mengaku, kondisi ekstrim dari bulan November 2014 lalu hingga saat ini berpengaruh kepada panen singkong di wilayahnya. ”Memang banyak gagal panen. Kita banyak rugi juga,” ujarnya.

Maman berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mencarikan solusi agar penanaman singkong ini tidak lagi gagal panen. ”Karena kalau gini terus kita tidak mendapatkan keuntungan. Bahkan, para pengusaha juga banyak yang mengeluh karena kami sudah tidak bisa lancar memasok singkong,” tandasnya. (drx/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga