oleh

Harap BUMD Baru Dongkrak PAD

Masuk Dalam Kategori Bidang Usaha yang Strategis

BANDUNG – Pemprov Jawa Barat (Jabar) akan lebih mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut terjadi berkat adanya tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang dimiliki Pemerintah Provinsi. Yaitu PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), PT Migas Hulu, dan PT Migas Hilir.

Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengatakan, ketiga BUMD ini merupakan bidang usaha strategis yang kini dimiliki Jabar. ’’Sangat strategis karena langsung berhubungan dengan masyarakat. Di samping itu juga akan sangat menguntungkan kalau dikelola dengan benar,’’ jelas Deddy kepada wartawan, ketika ditemui usai rapat direksi BUMD di Gedung Sate kemarin (31/1).

Baca Juga:  Pemprov Jabar Kembali Gelar Seleksi PNS Berprestasi

Deddy optimistis, ketiga BUMD tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu, lanjut Deddy, perlu adanya rancangan serta rencana business plan yang benar, tajam, dan matang. Serta diperlukan regulasi yang dibutuhkan untuk ketiga perusahaan tersebut.

’’Untuk BUMD BIJB, sekarang sudah ditetapkan kepengurusannya. Sedangkan untuk PT Hulu Migas dan Hilir masih sedang dirapatkan,’’ ucap dia

Lebih lanjut Deddy mengatakan, untuk BUMB PT BIJB sendiri merupakan proyek pertaruhan. Pasalnya, BIJB akan mempergunakan anggran yang sangat besar. Dia menambahkan, untuk BIJB seandainya dapat beroprasi, bandara tersebut akan dapat menampung penumpang sebanyak 8 juta lebih.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Dewan Minta Pemprov Jabar Segera Sosialisasi PMK

Sedangkan untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pertama direncanakan akan digelar pada 3 Februari 2015 nanti. Selain itu, BIJB pun dibangun dengan tujuan untuk mendorong, serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Priangan Timur.

’’BIJB proyek ambisius, mahal, dan sangat besar. Jadi kalau gagal, malunya juga besar,’’ cetus dia. (yan/far/noe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.