oleh

Studi Banding ke Surabaya untuk Pelajari Pengelolaan Keuangan Daerah

BANDUNG BARAT – Wakil Bupati Kabupaten Bandung Bandung Barat (KBB), Yayat T Soemitra akan memboyong beberapa dinas ke Surabaya, hari ini (14/6).

Kunjungan kerja dilakukan untuk studi banding untuk peningkatan kinerja pemerintahan KBB.

Di antara dinas yang akan diboyong ke Surabaya di antaranya, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( DPPKAD), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung Barat.

Asisten Bagian Administrasi Umum, Maman Sulaiman menjelaskan, kunjungan tersebut adalah untuk memenuhi undangan wali kota Surabaya yang ditujukan kepada Wakil Bupati KBB Yayat Turochmat Soemitra.

Selain itu, kunjungan tersebut menjadi salah satu upaya pihak pemkab untuk memaksimalkan Kinerja Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Surabaya dianggap sebagai salah satu kota yang cukup berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Daerah yang menjadi tujuan kali ini Kota Surabaya yang telah berhasil dalam mengelola Keuangan daerah,” kata Maman, kemarin (13/6).

Maman menambahkan, kunjungan kerja yang dilakukan ini dengan memboyong beberapa SKPD dimaksudkan supaya pihak Pemkab KBB bisa mengadopsi beberapa hal yang sudah dilakukan pihak pemerintah Surabaya dan berhasil dilaksanakan.

“Biar mereka bisa melihat langsung keberhasilan daerah yang dikunjungi, supaya nantinya bisa diterapkan di KBB,” ujarnya.

Maman berharap, kunjungan kerja yang akan dilaksanakan Wakil Bupati KBB yang sekaligus memboyong beberapa SKPD, diharapkan mampu membawa hal yang bermanfaat untuk diterapkan di Pemkab KBB.

“Mudah-mudahan sepulangnya dari Surabaya ada yang bisa dibawa dan diterapkan di KBB,” harap Maman.

Dirinya menegaskan, pihak Pemerintah Kota Surabaya akan memberikan beberapa software yang berisikan program-program yang berhasil dilaksanakan khususnya terkait pengelolaan keuangan, pengelolaan taman dan pembangunan.

“Pihak kita akan diberi software terkait program-program pihak pemkot Surabaya,” pungkas Maman.

Sebagai acuan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mewakili Kota Surabaya menerima titel United Europe Award di London, Rabu (16/4) lalu.

Bertempat di Institute of Director di London, Tri Rismaharini menerima piala pada malam penganugerahan Socrates Award. Bersama dengannya, walikota-walikota dari segala penjuru dunia hadir pula untuk menerima penghargaan.

Socrates Award merupakan bagian dari acara bergengsi London Summit of Leaders, yang berlangsung dari 15-17 April 2014, seperti dilaporkan Teguh Wicaksono kepada BBC Indonesia.

“Ini keberhasilan dari partisipasi warga Surabaya, meskipun kondisi keuangan kami sangat minim, tetapi masyarakat bisa membuat kota ini menjadi nyaman,” jelas Rismaharani.

Di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini – akrab dipanggil Bu Risma, Surabaya mencuri perhatian dunia internasional. Selain Risma dianugerahi sebagai walikota terbaik sedunia pada Februari 2014.

Surabaya mendapatkan penghargaan Future Government Awards tingkat Asia Pasifik dan penghargaan The 2013 Asian Townscape Awards pada 2013.

“Yang masih dibenahi di kota Surabaya adalah sumber daya manusia, tidak mungkin sebagus apapun saya membangun kota, bila tidak diikuti sumber daya manusia bagus maka mereka akan jadi penonton di kota sendiri,” kata Risma.

“Warga Surabaya merasa bahwa kota ini menjadi rumah mereka. Warga bisa tinggal dengan nyaman kemudian bisa mencari pekerjaan dengan nyaman. Mereka merupakan keluarga besar di kota Surabaya,” tambah Risma.

Menurut Risma, persaingan di masa depan bukan hanya tentang kondisi fisik kota, tetapi juga persaingan warga yang tinggal di dalamnya. “Saya tidak hanya mendorong, tapi juga menarik agar target-target masa depan tercapai,” jelasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga