oleh

Stabilisasi Harga Mentok

JAKARTA – Stabilisasi harga pangan masih menjadi evaluasi Kementerian Perdagangan selama 2017 sekaligus menjadi pekerjaan rumah untuk ditangani tahun ini. Meski dalam penerapannya belum maksimal, Kemendag menyebutkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) akan terus dilanjutkan dan pengawasannya semakin diperketat.

Meski inflasi 2017 tercatat 3,61 persen atau di bawah target APBNP 2017 yang 4,3 persen, namun masih ada beberapa bahan makanan yang menanjak dan berkontribusi terhadap inflasi nasional. ”Memang ada sedikit kenaikan tapi itu masih dalam range yang bisa diterima dari sisi inflasi,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantornya kemarin (4/1).

Seperti diwartakan, Kementerian Perdagangan telah mengatur sejumlah HET untuk beberapa komoditas termasuk beras. Kemendag menetapkan HET beras berdasarkan wilayah dan jenisnya. Adapun HET yang ditentukan adalah Rp 9.450 per kilogram untuk beras medium dan Rp 13.800 per kilogram untuk beras premium di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Di wilayah lain seperti Sumatera (selain Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, harga eceran tertinggi beras ditetapkan Rp 9.950 per kilogram untuk beras medium dan Rp 13.300 per kilogram untuk beras premium. Di wilayah Maluku dan Papua, HET beras dipatok Rp 10.250 per kilogram untuk beras medium dan Rp 13.600 per kilogram beras premium.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.