oleh

Ratusan PKL Indramayu Tempati Kawasan Terpadu

Diakuinya, di tempat yang baru itu lebih nyaman dibandingkan berjualan di bahu jalan atau trotoar. Apalagi dengan tersedianya lapak berukuran 3X4 meter dan fasilitas yang cukup memadai. ’’Lebih tertata sih. Ya nyaman dengan tempat seperti ini,’’ kata dia.

Disampaikan pedagang lainnya, Yuni, 39. Pedagang nasi goreng ini berharap rejekinya akan berlimpah dengan menempati kawasan terpadu yang didukung dengan sejumlah fasilitas dan tidak kumuh. Meski demikian, sarana dan prasarana dinilai masih perlu ditingkatkan agar roda perekonomian usaha kecil bisa menjadi penopang kehidupan para pedagangnya.

Atas relokasi itu, kawasan yang didominasi kuliner dan asesories itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Pasalnya, selain jalur transportasi tidak lagi terganggu, juga memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kuliner dan asesoris. ’’Jadi lebih tertib, tidak ada macet lagi. Terus di satu lokasi bisa membeli kuliner khas Indramayu sekalian mencari asesories yang diperlukan,’’ terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu Maman Kostaman mengatakan, kawasan tersebut dibangun untuk menata perkotaan dengan merelokasi 132 PKL dari bahu jalan dan trotoar ke tempat yang tertata dan refresentatif.

Dengan relokasi itu, menurutnya dapat meningkatkan ketertiban, kebersihan, dan keindahan kota di jalur yang semula ditargetkan menjadi kawasan bebas PKL dan kemacetan. Dalam hal ini, pemerintah daerah berupaya untuk menggeliatkan ekonomi kerakyatan, yakni usaha kecil di lokasi tersebut. ’’Untuk merealisasikan kawasan tersebut, Pemkab Indramayu menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar,’’ sebutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.