oleh

PT GTS Buka Peluang Banding

Menurut Tisha, denda yang mereka berikan kepada para klub pelanggar kode disiplin itu hanya Rp 10 juta. Sesuatu yang sejatinya tidak begitu berat bagi klub. Namun, bila persoalan sama masih juga dilakukan oleh klub yang serupa di pertandingan berikutnya, maka mereka akan menaikan jumlah sanksi. “Jumlah denda sudah pasti akan kami tambahkan,” tutur dia.

Sementara itu, Ruddy Widodo, General Manager Arema Cronus mengatakan, mereka memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas sanksi yang diberikan oleh Komdis ISC tersebut. Ruddy beralasan, keputusan Komdis ISC itu sudah sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan saat Arema menjamu Persiba Balikapapan 1 Mei lalu.

”Kami tetap akan bayar denda. Sebab, ini adalah kecolongan kami, karena kami sudah mengingatkan suporter, namun tetap saja ada yang ngeyel,” kata Ruddy. “Sebenarnya, masalah flare ini sudah seharusnya menjadi sesuatu yang haram untuk masuk stadion. Karena tidak hanya mengganggu jalannya pertandingan, namun juga keselamatan suporter sendiri,” tegasnya. (ben/vil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.