99

Penderita HIV Meningkat

Lakukan Pencegahan Menyeluruh

DIMINTAI KETERANGAN: Kabid P2PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr. Deni Jaeni ketika ditemui diruangan kerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk menanyakan perkembangan HIV dan AIDS.

SOREANG – Penderita Human Imunodefisiensi Virus (HIV) atau Aids di wilayah Kabupaten Bandung mengalami peningkatan 100 persen. Pada 2017 penderita penyakit HIV yang terdata sebanyak 91 orang, dan mengalami peningkatan pada 2018 mencapai 189. orang.

Kabid P2PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr. Deni Jaeni mengatakan, untuk penanganan penyakit HIV sudah sesuai dengan standar pengobatan yakni ARV. Sehingga, seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Bandung sudah bisa melaksanakan penanganan HIV dengan skrining.

Selain itu, pihaknya sudah mewajibkan para ibu hamil untuk skrining HIV. Apabila tpositif, maka akan dirujuk ke rumah sakit yang sudah melayani penyakit HIV yaitu Rumah sakit Cicalengka, Majalaya, Soreang dan Al Ihsan.

“Empat rumah sakit ini sudah bisa memberikan terapi untuk penderita HIV secara gratis dan seumur hidup. Untuk pengobatan terapinya seumur hidup karena untuk penderita HIV tidak bisa disembuhkan,’’ jelas Deni kepada wartawan keamrin. (13/1).

Untuk pencegahannya, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi yang dilaksanakan oleh semua puskesmas sekabupaten Bandung di setiap wilayah, sedangkan untuk di Dinas Kesehatan terus melakukan pertemuan rutin dengan beberapa LSM yang peduli terhadap HIV.

Dia mengatakan, penyakit HIV saat ini 20 persen perempuan dan 80 persen laki-laki yang penyuka sesama jenis, sedangkan ibu hamil sebanyak 19 orang.

“Trend saat ini penderita HIV didominan oleh Lelaki Suka Sex Lelaki (LSL),” terangnya.

Dia menjelaskan, komunitas penyuka sesama jenis (Homoseksual) saat ini sudah menyebar di setiap Kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung, oleh karena itu, penderita penyakit HIV pun sudah menyebar hampir disetiap kecamatan, dan tidak ada batasan mau di kota maupun pelosok.

“Disetiap tempat dan kecamatan sudah terditeksi ada yang terjangkit HIV yang positif, namun apabila ibu hamil rata-rata sebagai korban karena penularan dari suaminya,”kata dia.

Deni menuturkan, saat ini pun lagi ngetren beseksual, yaitu memiliki istri namun suaminya memiliki pacar sesama jenis, sehingga istrinya yang menjadi korban.

Menurutnya, gejala HIV tidak sekaligus langsung parah, namun jangka lima tahun akan terasa penyakit tersebut, gejala awal yang di timbulkan yakni menderita herves, TBC.

’’Itu merupakan inveksi tambahan dari penderita HIV,”jelas Deni (yun/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.