Sosialisasikan Aplikasi LAPOR! Melalui Mudik Lebaran

0
kemenpan- Sosialisasi LAPOR! dan buka puasa bersama-3
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB saat dialog bersama masyarakat untuk menyosialisasikan aplikasi jitu LAPOR! Di terminal Leuwipanjang Kota Bandung, Rabu (13/6)

BANDUNG – Kementrian Pendayaangunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB) melakukan safari kepada masyarakat dengan memanfaatkan warga yang mudik lebaran untuk menyosialisasikan secara langsung kepada masyarakat mengenai aplikasi pengaduan LAPOR!

Sosialisasi diadakan di terminal Leuwipanjang Kota Bandung berjalan lancar dan mendapat sambutan masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran.

Hal tersebut tidak lepas dari kerjasama sinergis antara Tim Safari #KenalLAPOR!saatmudik Kementerian PANRB yang dipandu Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik dengan Tim LAPOR! Kota Bandung yang dipimpin Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi.

“Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi LAPOR! bisa kita gelar. Kita akan mulai dengan dialog bersama awak media, kemudian dilanjut sosialisasi dan sambung rasa dengan para pemudik, serta diakhiri dengan buka puasa bersama awak media,” ucap Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB saat dialog dengan awak media Rabu (13/6).

Dia menuturkan, untuk mewujudkan birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas, Kementerian PANRB terus memacu pengelolaan LAPOR! yang implementasinya terintegrasikan dengan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N).

“LAPOR! adalah aplikasi jitu untuk rakyat mengadu. Melalui platform LAPOR! warga masyarakat bisa berkeluh kesah serta menyampaikan aspirasi dan pengaduan kapan saja dan dimana saja secara online.

Herman memaparkan, dari Laporan masyarakat melalui aplikasi tersebut Pemerintah melalui instansi terkait akan langsung merespon dan menindaklanjutinya secara cepat.

Selain itu, untuk respon pertama dari penyelenggara pelayanan publik nantinya akan diberikan respon paling lambat 3 hari. yakni, berupa informasi status pengaduan yang telah disalurkan.

Sedangkan, untuk katagori aduan berupa permintaan informasi dan keluhan, wajib diberikan paling telat 5 hari. Bahkan, untuk aduan yang berupa sengketa dan pelanggaran tanpa memerlukan pemeriksaan lapangan, akan diproses selama 14 hari.

“Nah, kalau untuk pengaduan yang membutuhkan pemeriksaan lapangan, paling lambat harus dituntasikan 60 hari,”ungkap Herman.

Diterangkan Herman, selama tahun 2017 sampai dengan akhir bulan Mei 2018 ada 300 ribu lebih pengaduan yang masuk melalui kanal LAPOR!. Bahkan, pengaduan sudah ditindaklanjuti mencapai 85 persen dan untuk sisanya masih dalam proses.

“Yang paling banyak diadukan adalah masalah BPJS, KK dan KTP Elektronik, Subsidi listrik, dan bantuan sosial,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, mengatakan bahwa Kota Bandung sudah gabung dengan LAPOR! sejak tahun 2013.  Terlebih, Kota Bandung adalah salah satu instansi yang pengelolaan SP4N LAPOR!-nya terbaik.

Dia menyebutkan, untuk pengaduan Kota Bandung yang masuk tahun ini mecapai 2.450 laporan dan 80 persen sudah ditindaklanjuti. Sedangkan, sisanya masih dalam proses.

“Pengaduan terbanyak masalah infrastruktur seperti PJU, air bersih, administrasi kependudukan, perijinan dan ketertiban,” ungkap Ahyani.

Sementaa itu, Heru, 40, salah seorang tokoh masyarakat Kota Bandung menyampaikan saran terkait pengelolaan pengaduan berbasis elektronik yang dari waktu ke waktu terus meningkat seiring tingginya tingkat penggunaan teknologi dan informasi oleh masyarakat.

“Kami menyarankan agar infrastruktur teknologi dan pengamanan informasi dari aplikasi LAPOR! ini ditingkatkan. Jangan sampai setelah masyarakat banyak yang mengadu kemudian banyak terjadi gangguan,” tutup Heru (rls/yan)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.