Senyum Seorang Guru

68

SENYUM itu indah dan memperindah wajah, karena wajah yang tersenyum mencerminkan perasaan yang tenang. Senyum itu ibadah yang paling mudah dilakukan, tetapi mampu menyempurnakan kemuliaan akhlak. Senyum adalah kecantikan yang lahir dari hati dan jiwa, anugerah yang bisa menenangkan perasaan, menyejukkan dan menentramkan hati yang gelisah. Senyuman merupakan kosmetika wajah yang paling tulus dan berharga, tidak perlu dibeli dan bisa dipakai setiap saat, tidak menimbulkan iritasi dan menghambat penuaan dini secara alami.

Senyum merupakan tanda awal ketulusan hati yang lebih berharga dari sebuah hadiah. Tersenyum bisa menghadirkan energi positif bagi diri sendiri dan orang lain. Tentu saja senyum yang dimaksud ialah senyum yang wajar, bukan senyum yang dibuat-buat. Senyum tulus yang lahir dari kelapangan dan kebersihan hati dan keikhlasan jiwa. Menjadi bukti kemurnian persahabatan dan tanda ketulusan cinta. Membuat wajah kita terlihat berseri dan kecantikan alamiah kita terpancar secara maksimal. Wajah cantik tanpa senyuman, tidak sedap dipandang mata. Riasan wajah yang mahal dan apik tampak biasa tanpa senyuman. Senyuman bisa mengubah penderitaan menjadi kegembiraan, menciptakan suasana nyaman bagi diri sendiri dan orang lain.

Begitu berartinya sebuah senyuman dalam kehidupan hingga Rasulullah SAW bersabda “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah”. Hadits ini mengajarkan kita betapa hal kecil yang sering kita nggap sepele dan kita abaikan ternyata memiliki nilai yang berharga dalam pandangan agama.

Seorang guru harus mampu menghiasi dirinya dengan senyuman yang tulus dan jujur. Senyum yang ditandai dengan wajah yang berseri, gerak lidah yang sederhana dan tatapan mata yang indah memesona memancarkan cahaya. Inilah pentingnya sambutan yang diberikan guru kepada anak didiknya setiap hari. Anak didik menginginkan gurunya bisa membuka pembelajaran dengan wajah berseri dan senyuman yang merekah. Kemudian menutup kegiatan pembelajaran dengan wajah berseri dengan senyuman manis serupa.

Banyak guru yang telah berusaha memenuhi harapan anak didik ini, tampil dengan wajah berseri dan senyuman manis serta guyonan atau candaan yang benar sebagai pemanis dan hiasan pembelajaran. Dia berusaha menciptakan suasana yang nyaman, ceria dan gembira sehingga membuat anak didik betah berlama-lama dalam kelas bersama gurunya. Namun, tak jarang juga ada guru yang mengabaikan hal penting ini. Mengajar dengan wajah yang biasa, sangat sulit untuk tersenyum, kaku dalam pengajaran, serius tanpa ada selingan yang menghibur, menjadikan suasana kelas tegang, berat dan membosankan. Sehingga anak didik berharap agar pertemuan tatap muka itu segera berakhir.

Senyuman guru bukanlah segala-galanya. Namun segala-galanya dapat diawali dengan senyuman. Kalau guru ingin menarik perhatian dan mengambil hati anak didik dalam mengajar, maka awalilah dengan senyuman. Hal ini merupakan daya tarik pertama untuk selanjutnya guru dapat menyampaikan pelajaran dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, guru tidak boleh meremehkan masalah ini. Meskipun kelihatannya sangat sederhana, namun pengaruhnya sangat besar bagi anak didik. Senyuman guru akan memberikan kekuatan fisik dan psikis pada anak didik. Ketika guru tersenyum, maka energi positif mengalir dalam diri guru, memancar lewat wajahnya dan terus mengalir pada diri anak didik. Senyuman guru akan menghasilkan magnet kuat yang akan menghubungkan hatinya dengan hati anak didiknya. Demikianlah pengaruh hebat bagi anak didik apabila gurunya murah tersenyum, wajah yang indah berseri dan sapaan yang tulus.

Mengapa senyuman penting bagi seorang guru? Senyuman guru dalam pengajaran sama halnya dengan bumbu penyedap dalam sebuah hidangan. Betapa hebatnya seorang koki memasak dengan bahan makanan yang berkualitas dan peralatan masak yang cangih. Apabila kokinya lupa atau sengaja tidak memberi bumbu penyedap pada masakannya, maka masakan itu akan terasa tidak enak dan tidak sedap. Atau bayangkan jika sedang berbelanja di sebuah toko, dan saat itu adalah pertama kalinya datang ke tempat itu. Ketika menemui para pegawai toko memasang wajah cemberut, tanpa ada sapaan ataupun senyuman sama sekali. Tentu kita akan berkata dalam hati, ”Ini adalah yang pertama dan terakhir saya berbelanja di tempat ini”.

Demikian juga halnya dengan pelajaran yang disampaikan guru di depan kelas. Sekalipun guru tinggi ilmunya dengan mengunakan model pembelajaran yang bervariasi dan dilengkapi dengan peralatan pembelajaran yang modern. Apabila sang guru tidak menyisipi dengan senyuman maka proses pembelajaran terasa hambar dan membebankan anak didik.

Oleh karena itu, guru tidak boleh meremehkan masalah ini. Meskipun kelihatannya sangat sederhana, namun pengaruhnya sangat besar bagi anak didik. Senyuman tidak hanya ekspresi wajah, namun senyuman adalah gambaran dari suasana hati. Tersenyum bisa memberikan aneka manfaat positif bagi manusia. Mengapa guru perlu menjadi pribadi yang murah senyum?

Pertama, Daya pikat. Suatu ekspresi, yang menunjukkan kebesaran jiwa dan kelapangan hati dan merupakan saat orang menunjukkan wajah riangnya,  sehingga membuat orang merasa simpatik dan terkesan terbuka kepada siapa saja. Itulah makna senyuman. Tersenyum mencerminkan pribadi yang menyenangkan dan bersahabat di mata orang lain, sehingga orang merasa nyaman dan senang di dekat kita. Dengan banyak tersenyum, pasti kita punya banyak teman dalam pergaulan kita. Senyum juga menunjukkan kebahagiaan yang turut memperbaiki penampilan seseorang, sehingga orang bisa lebih disegani dan dihormati.

Kedua, Kedewasaan. Ketika ada seorang guru yang tetap senyum dalam menghadapi murid-murid yang nakal, maka kita bisa memahami bahwa ia adalah pribadi yang dewasa.  la tidak pernah putus asa dalam menghadapi murid-muridnya yang brutal tetapi senantiasa senyum sambil tetap mendampingi mereka itu. Dengan senyum itu ia mampu mengontrol emosi dan amarah, tetap sabar dan tabah dan tidak mengenal putus asa.

Ketiga, Suasana Nyaman. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu merengut, cemberut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman. Senyum mengubah perasaan. Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia. Senyum menghilangkan stres. Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilang­kan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

Keempat. Tubuh Lebih Rileks. Secara psikologis, senyum dapat mengurangi stress dan mengubah perasaan. Ketika kita merasa tertekan dan sedih, cobalah tersenyum, maka perasaan akan lebih baik dan pikiran lebih jernih dan positif. Saat tersenyum tubuh kita memberi sinyal-sinyal positif kehidupan, sehingga tubuh kita menerimanya sebagai anugerah. Faktor ini pula yang membuat senyum mampu meningkatkan imunitas tubuh secara psikologis karena senyum membuat perasaan dan pikiran lebih rileks. Fungsi imun akan meningkat dalam suasana dan kondisi yang rileks. Tersenyum juga mampu menularkan energi positif kepada orang lain. Dengan senyum, suasana menjadi lebih santai, ceria dan bisa membuat perasaan orang lain bahagia. Di samping itu, senyum dapat memberi kesan berseri dan optimis. Optimisme yang tampak membuat orang lebih diandalkan dalam karir, sehingga bisa membantu meraih kesuksesan.

Kelima. Tubuh Menjadi Sehat. Ditinjau dari segi kesehatan, senyum sama dengan olah raga yang bermanfaat untuk mengurangi infeksi paru-paru, mengurangi sakit jantung, meningkatkan semangat mengurangi dua hormon dalam tubuh yaitu eniferin dan kortisol, serta menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah dan serotonin yang merupakan hormon pengendali rasa sakit, sehingga senyum bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit dan mengurangi rasa nyeri. Dari segi kecantikan, senyum merupakan obat awet muda karena senyum menggerakkan banyak otot wajah, sehingga otot wajah terlatih dan kencang.

Keenam. Energi Positif. Secara spiritual, senyum memberikan manfaat sebagai penyejuk rohani, tanda kemurahan hati dan tentu saja ibadah karena senyum merupakan sedekah. Yang penting kita bisa menempatkan senyum dalam waktu dan kondisi yang tepat. Senyum juga membuat kita kelihatan sukses. Bukan dipandang dari sukses dalam hal materi, namun lebih pada kedewasaan mental ataupun rohani. Dengam senyuman  orang akan lebih berpikir positif.

Sebagai pendidik, guru akan menjadi layaknya selebriti. Apa yang dilakukan dan dibicarakan akan memberikan pengaruh pada anak anak didik. Bila guru mengajar dengan wajah cemberut,  jangan salahkan anak anak bila terlihat bosan, dan memasang wajah cemberut. Karena mereka adalah gambaran dari diri guru itu sendiri. Buat lah anak anak didik anda merasa nyaman, lebih rileks,  dan lebih mudah akrab dengan senyuman. Karena senyuman tidak bisa diukur dengan materi, namun bisa memberikan dampak lebih dari materi. Karena senyuman adalah sedekah sederhana. (*)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.