SBY Serukan Hindari Perpecahan

AHY Sebut Kampanye Irrasional, Lukai Rakyat

27
SBY
ISTIMEWA/DPP-PD/JABAR EKSPRES BERI SAMBUTAN: Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat bersilaturahmi dengan ratusan tokoh masyarakat di Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan.

KUNINGAN – Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap rakyat semakin rukun dan bersatu dalam menghadapi masalah dan tantangan di masa depan.

Hal itu dikatakan SBY saat bersilaturahmi dengan ratusan tokoh masyarakat Kuningan di Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan, kemarin (31/10).

Menurutnya, persatuan bisa diteladani dari semangat Perundingan Linggarjati dan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di mana semua tokoh-tokoh bangsa bersatu.

”Jangan kita biarkan terjadinya perpecahan di tengah-tengah masyarakat,” pesan SBY.

Selain itu dia juga menjabarkan tiga kunci agar Indonesia bisa maju di masa depan. Pertama, Indonesia harus punya visi besar. Kedua, Indonesia harus dipimpin, dikelola dengan baik. Ketiga, rakyat Indonesia harus rukun dan bersatu. Secara khusus, SBY mengajak masyarakat Kuningan untuk memperkokoh persaudaraan dan kerukunan.

Di tempat sama, Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan para Calon Anggota Legislatif (Caleg) di semua tingkatan untuk tidak banyak janji dalam kampanye.

Menurutnya, janji kampanye yang di luar nalar sehat dan irrasional bukan cara ampuh dalam meraih hati dan suara rakyat. Sebab, jika tidak direalisasikan, akan melukai hati rakyat.

”Kami dari awal tidak ingin memberikan janji-janji surga, janji-janji yang sulit untuk ditepati. Kasihan rakyat, nanti bisa dianggap kita hanya membual, membohongi rakyat, melukai hati rakyat,” ungkap AHY.

Dikatakannya, dalam sejarah politik di Indonesia, Partai Demokrat punya pengalaman sukses meraih kemenangan selama dua kali penyelenggaraan Pemilu.

Partai Demokrat berhasil menghantarkan Ketua Umum Partai Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden selama dua periode (2004-2014). Bahkan, hampir seluruh program dirasakan masyarakat Indonesia.

”Partai Demokrat sendiri punya pengalaman, 10 tahun, 2004 hingga 2014, telah memberikan banyak sekali pembuktian. Terutama program-program pro rakyat yang dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat kita. Terutamanya mereka yang hidupnya masih sangat sulit di bawah garis kemiskinan,” tuturnya.

Dan kemenangan Demokrat saat itu, jelas AHY, karena Demokrat memiliki slogan dan prinsip untuk selalu mendengarkan aspirasi rakyat. Demokrat menang bukan karena banyak janji kampanye, apalagi janji-janji yang hanya sekedar janji.

”Lebih baik mendengarkan rakyat. Itulah yang menjadi slogan dan prinsip semangat perjuangan Partai Demokrat. Seluruh Caleg mendengarkan baik-baik apa yang diharapkan oleh rakyat kita. Apa masalah hari ini? Apa aspirasi yang mereka ingin wujudkan di kemudian hari?” jelasnya.

”Mudah-mudahan ini juga yang terus kami bawa dalam memenangkan hati dan suara rakyat di pemilu nanti,” tambahnya.

AHY mengelak, jika dirinya menyindir partai atau pun program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ditegaskannya, pertemuan bersama para kader dan Caleg Demokrat hanya sebatas mengevaluasi dan memastikan mesin partai untuk kemenangan di Pemilu 2019.

”Tentunya saya sebagai Komandan Kogasma ingin meyakinkan bahwa semua kader termasuk mesin-mesin partai bekerja dengan baik dan bisa memenangkan para caleg nantinya di pemilu 2019. Tidak ada nyindir-nyindiran di sini. Kita ingin fokus pada kemenangan Partai Demokrat,” pungkasnya. (rdh/yud/ign)

BAGIKAN


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.