Koruptor, Hak Dipilihnya Kudu Dicabut

36
Sudrajat
SERAP ASPIRASI: Calon Gubernur Jawa Barat Mayjen (Purn) Sudrajat (kemeja putih) saat berkunjung ke salahsatu pasar. Dia menyebutkan jika ada kepala daerah jadi pelaku koruptor seharusnya hak dipilihnya dicabut.

BANDUNG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dinilai lahan basah bagi segelintir pihak untuk mendulang uang haram atau hasil korupsi. Potensi korupsi tersebut biasanya terjadi dalam bentuk penyalahgunaan anggaran negara, manipulasi dana kampanye serta politik uang.

Menanggapi hal tersebut, calon gubernur Jawa Barat, Mayjen (purn) Sudrajat meminta agar orang atau calon kepala daerah yang terindikasi korupsi dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Selain itu, dirinya juga meminta supaya hak dipilih dari calon tersebut dicabut serta tidak boleh mencalonkan sebagai kepala daerah.

“Dia tidak boleh lagi mencalonkan menjadi pemimpin karena perilakunya adalah koruptif,” kata Sudrajat di Bandung, kemarin  (7/3).

Baca Juga:  Perbasi Cimahi Targetkan 2 Besar di Kejuaraan Basket Tingkat Jabar

Sudrajat mengatakan, selama manusia hidup, tindakan korupsi adalah kasus yang tidak akan pernah ada habisnya. Untuk itu, dirinya menilai pemberantasan terhadap perilaku koruptif harus dimulai sejak dini dan bukan hanya kepada pihak yang terindikasi korupsi.

Menurutnya, muara tindakan korupsi bukan hanya dilakukan atau ada pada para pejabat serta petinggi pemerintahan saja. Sebab, dalam elemen-elemen masyarakat dan dari hal terkecil pun terdapat celah untuk berlaku koruptif yang tanpa disadari selalu terjadi untuk meraih keuntungan.

”Jadi banyak nilai-nilai korupsi lain seperti orang jual sayur, orang jual salak, orang jual dukuh. Di atas dukuh bagus, ditengahnya dukuh jelek, itu adalah perilaku korupsi yang harus kita geluti,” kata dia.

Baca Juga:  Dedi: Yang Siapkan Cagub itu Rakyat

Dirinya melanjutkan, masyarakat juga sering kali tidak sadar terhadap sesuatu yang terkadang dilakukan namun selalu luput dari perhatian bahwa hal tersebut adalah perilaku korektif. Misalnya, ada masyarakat yang tidak mau bersabar dan lebih memilih mendahului antrian.

Selain itu, sambung Sudrajat, masih banyaknya masyarakat yang masuk ke kantor atau tempat kerja dan tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan adalah perilaku dasar koruptif. Untuk itu, dirinya menilai hal-hal mendasar seperti yang telah dia sebutkan harus dirubah agar tidak menjadi bibit-bibit tindakan korupsi.

Baca Juga:  Perlu Ada Harmonisasi Untuk Penamaan Gedung Heritage

“Bagi kita, masalah korupsi bukanlah masalah yang ada di muara yang harus ditangkapi dengan OTT tapi ada yang mendasar yaitu akhlak, yang harus kita tegakkan,” kata dia.

Maka dari itu, sebagai calon pemimpin Jawa Barat yang diusung Partai Gerindra, Sudrajat mengaku telah memiliki langkah dan strategi yang dinilai mampu mengurangi celah atau ruang untuk seseorang melakukan korupsi. Terlebih, dirinya didamping Calon Wakil Gubernur (Cawagub), yaitu Ahmad Syaikhu yang memiliki latar belakang seorang agamis.

“Dalam memimpin, saya bercermin bahwa Jawa Barat harus berdasarkan ketakwaan karena ketakwaan ini membangun akhlak yang tidak koruptif,” kata dia. (mg1/ign)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here