Jadikan Agen Perubahan Birokrasi

13
LAN-RI
TINGKATKAN KAPASITAS ASN: Kepala LAN RI Adi Suryatno (kiri) siap memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para ASN untuk peningkatan kapasitas dalam memberikan birokrasi pelayanan kepada masyarakat.

BANDUNG – Pemerintah Pusat melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN) akans selalu mendorong untuk meningkatkan kapa­sitas dan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Pendidikan dan pelatihan Reform Leader Academy (RLA).

Kepala LAN RI, Adi Suryat­no mengatakan, pendidikan tersebut merupakan salah satu wadah untuk mengak­selerasi terciptanya sosok pelayan publik. Bahkan, RLA dibentuk agar reformasi bi­rokrasi lebih cepat terlaksana.

’’Konsepnya sama sekali berbeda dengan pendidikan dan pelatihan berjenjang. Namun para peserta akan memperoleh sertifikat penye­taraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II (PIM 2),’’jelas Adi ketika ditemui kemarin. (8/11).

ads

Menurutnya, untuk peserta didorong menciptakan proy­ek perubahan secara bersama-sama di level instansional maupun level nasional dengan konsep Ruang Riung.

Adi menilai, konsep tersebut sebagai upaya untuk men­jual gagasan dan mendapat­kan dukungan dari berbagai kalangan untuk menciptakan ekosistem bisnis milenial, merupakan program nyata yang bermanfaat sebagai wu­jud implementasi Nawacita.

”Birokrasi saat ini telah men­galami perubahan signifikan. Sesuai tugas LAN RI, kami ingin menciptakan pemimpin perubahan dan mencetak generasi terbaik sehingga pelayanan publik bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Anggota Komisi 2 DPR RI, Mardani Ali Sera menjelaskan, investasi terbaik adalah in­vestasi sumber daya manusia. Indonesia sangat memerlukan birokrat berkapasitas dan berintegritas. Maka pendidi­kan seperti RLA niscaya akan menjadikan Indonesia sema­kin kokoh dan tangguh.

”RLA sangat kami dukung kalau bisa diperbanyak tapi dengan menajamkan kuriku­lum dan pola pelaksanaannya. Banyak hal perubahan yang sudah dilaksanakan LAN RI untuk meningkatkan efekti­vitas dan produktivitas. Kami sangat dukung program se­perti ini. Intinya harus ber­kelanjutan,” paparnya.

Menyinggung konsep Ruang Riung yang menyasar start up bisnis milenial, menurutnya sangat sesuai dengan konteks kekinian. Apalagi jika dikait­kan dengan peningkatan sek­tor ekonomi kreatif yang di­gandrungi kelompok usia ini.

”Ini pilihan topik yang tepat. Tapi kami mengingatkan kita tidak boleh cuma karena ada tren start up bisnis fintech atau pengembangan teknologi semacamnya. Kita harus tahu bahwa basisnya negara ini agraris sehingga pertanian, peternakan, dan perkebunan jangan dilupakan,” imbaunya.

Sementara itu, perwakilan peserta RLA XIV, Ajat Jatnika mengaku, memperoleh ba­nyak tempaan selama empat bulan terakhir. Hal itu dapat mengubah diri sendiri dan harapannya dapat memberi­kan multiflier effect dalam menciptakan reformasi biro­krasi secara institusional maupun nasional.

”Saat road show ke Bali, ke Yogyakarta, Bandung hing­ga Kantor Staff Kepresidenan, semua sangat antusias dan memberikan apresiasi. Ini membuat kami semakin per­caya diri bahwa sebenarnya ke depan dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya bagi diri sendiri melainkan juga bagi Indonesia,” kata Ajat. (yan)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.