22

Heboh, Bunga Bau Bangkai

Dosen ITB: Hanya Tanaman Suweg

ERWIN MINTARA D. YASA/SUMEKS
PENASARAN: Seorang anak foto di dekat bunga bangkai yang ditemukan di dekan kediaman H Baban di Dusun Cicabe Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung, kemarin.

CIMANGGUNG – Warga Dusun Cicabe Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung, dikejutkan kembali dengan kemunculan tanaman mirip bunga bangkai. Pasalnya, bunga bernama latin Rafflesia Arnoldi, itu tumbuh dua kali didusun tersebut. Dan, sontak saja menarik perhatian warga sekitar. Bahkan sampai heboh di dunia maya.

Pantauan Sumedang Ekspres, Bunga Bangkai itu baru akan mekar. Namun tak menyurutkan warga setempat yang penasaran, untuk melihat secara langsung bentuk dan jenis bunga itu. Apalagi, fenomena ini sangat jarang mereka temui.

Pemilik lahan H Baban, melalui Oom mengatakan, bunga tersebut muncul secara tidak diketahui. “Tidak menyangka saja bunga tersebut muncul dan jadi, padahal bunga tersebut ditanam sejak 2 tahun lalu,” katanya.

Kemunculan bunga tersebut, diketahui tiga hari kebelakang, setelah bau yang sangat menyekat di sekitar ditemukannya bunga itu. “Baunya sangat menyengat, dikira ada bangkai tikus sampai sampai kamipun membongkar perlatan rumah, karena penasaran terhadap bau bangki tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, jarak baunya menyengat sekitar 20-30 meter. “Cukup jauh luas baunya, sampai-sampai warga yang melewati rumah mencari-cari keadaan titik bau bangke tersebut, dan kemunculan inipun membuat warga bersorak melihat kemunculan bunga tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Ikin, ketua RT 03 RW 04 Dusun Cicabe, pihaknya membenarkan adanya kemunculan bunga tersebut. “Bau bangkainya, memang cukup menyengat. Pas didekati sumbernya, ternyata kata pemilik rumah ada sebuah tanaman yang tengah dikerumuni lalat,” bebernya.

Sebelumnya di dusun yang sama ditemukan bunga serupa. Jajat Sudrajat warga setempat mengatakan, Bunga Bangkai yang ditemukannya tumbuh di perkebunan itu berdiameter kurang lebih 60 cm, dengan tinggi sekitar 50 cm.

“Adanya fenomena langka tersebut, sontak mengundang perhatian warga sekitar. Mereka, berduyun-duyun datang ke kediamannya untuk sekedar berfoto dengan bunga bangkai tersebut,” tuturnya.

Terpisah, Dosen Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor, Dr Yayat Hidayat mengatakan, bunga bangkai yang dimaksud adalah bunga dari tanaman Suweg. Tanaman tersebut sengaja ditanam dan akan tumbuh apabila musim hujan.

Secara fisik, katanya, bunga Suweg mirip seperti bunga bangkai hanya saja dari ukurannya jauh lebih beda. Termasuk kelopak bunga bangkai jauh lebih besar dan ada tunas kuningnya daripada bunga Suweg.

“Kalau bunga bangkai tidak bisa ditanam, karena itu tumbuh alami. Biasanya tumbuh di Kalimantan yang memiliki tingkat kesuburan tanah dan daerah endemik,” katanya. (imn)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.