Gelar Festival Flegde United Untuk Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan

26
ISTIMEWA FOR ZETIZEN JABAR EKSPRES
BERSEMANGAT: Koordinator Fledge United Frans Sanger (kiri) dan Pelatih Tim Putri FootballPlus U18 Sicilia Setiawan (kanan) pada kegiatan Festival Fledge United di FootballPlus Arena, Kamis (8/3) lalu.

BANDUNG – Yayasan FootballPlus sukses menggelar Festival Plegde United serta Coaching Clinic yang melatarbelakangi peringatan hari wanita sedunia pada tanggal 8 maret dengan tema, ”Kalau Bukan Kita Pria, Siapa Lagi?” di Lapangan Sepakbola FootballPlus Arena, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (8/3) sore.

Koordinator Festival Pledge United sekaligus Kepala Training FootballPlus Frans Sanger menuturkan bahwa tujuannya festival ini digelar yakni untuk menanamkan kesadaran dan cara memandang kaum pria terhadap wanita dari sejak dini dengan kegiatan sepakbola.

”Tujuannya itu tentang menghargai perempuan tapi lewat pelatihan sepakbola. Fledge United merupakan sebuah gerakan yang menggabungkan keterampilan hidup dengan keterampilan sepakbola didalam sebuah pelatihan sepakbola,” tuturnya saat diwawancarai oleh Zetizen Jabar Ekspres.

Festival ini baru pertama kali digelar oleh Yayasan FootballPlus yang bekerjasama dengan Fledge United. Namun, untuk movement-nya sudah ada 10 kota di Indonesia yang dikunjungi oleh Fledge United.

Lihat Juga:  Peredaran Obat Ilegal Online Sulit Diberantas

Rencananya, festival ini adalah ajang pembukaan untuk me-launching Fledge United pada peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 28 April mendatang. ”Kita adain festival ini sebenernya pembukaan untuk event dan festival yang lebih besar lagi, sekaligus me-launching Fledge United di peringatan Hari Kartini 28 April yang akan datang,” tambah Frans.

Pria berambut rapih ini juga menegaskan bahwa laki-laki harus menghargai wanita karena laki-laki dan wanita itu sama derajatnya. ”Campaign Pledge United adalah menuliskan tulisan ‘Not Me’ di telapak tangan laki-laki, dan tulisan ‘Me Too’ di telapak tangan perempuan. Tulisan ‘Not Me’ mengandung arti para pelaku pelecehan dan kekerasan terhadap wanita bukan bagian dari komunitas kami, dan bila ada pelecehan bukan saya pelakunya,” tegasnya.

Lihat Juga:  Emil: Jangan Mudah Terprovokasi

“Nah, pada akhir festival nanti, setiap anak-anak lelaki yang hadir akan ditantang untuk mengambil ikrar atau Pledge bahwa mereka tidak akan melakukan kekerasan terhadap perempuan, dan berikrar untuk melindungi perempuan di sekitar mereka,” lanjut Frans.

Walaupun hujan yang lumayan deras mengguyur venue pelaksanaan festival, itu tidak menjadi sebuah masalah bagi para peserta dan panitia yang melaksanakan kegiatan. Hal itu, malah menambah semangat mereka untuk melanjutkan festival berjalan sesuai harapan.

”Harapannya dilaksanakan festival ini, untuk semua anak laki-laki di Indonesia yang suka dengan sepakbola mereka bisa mendengar dan terlibat dalam Fledge United serta mengambil janji bahwa semenjak masih muda mereka menghargai perempuan, tidak akan melecehkan perempuan, bahkan secara emosional, secara fisik maupun seksual,” harapnya pada akhir wawancara.

Sementara itu, Pelatih Tim Putri FootballPlus U18 sekaligus Pelatih Futsal Tim Putri Porda Kabupaten Bandung Barat Sicilia Setiawan mengungkapkan bahwa dirinya biasa mengobrol dengan para pemain bola wanita yang ia latih. ”Hampir setengah pemain bola wanita yang saya latih pernah mengalami pelecehan, dan pernah juga bagian pribadinya tersentuh secara sengaja oleh laki-laki. Mungkin masih banyak wanita di luar sana yang tidak mau mengungkapkan pelecehan yang dialaminya,” ungkapnya.

Lihat Juga:  Intesitas Hujan Tinggi, Sayuran Cepat Busuk

Festival Pledge United diadakan Yayasan FootballPlus di FootballPlus Arena turut dihadiri perwakilan Komnas Perempuan yang memberikan wawasan kepada 150 peserta dari komunitas sepakbola Bandung dan Cirebon tentang kekerasan terhadap perempuan.

Gerakan Pledge United yang didukung penuh oleh AUSAid memiliki 8 nilai keterampilan hidup yang akan ditanamkan kepada setiap pria, keterampilan tersebut antara lain, Identitas, Rasa Hormat, Kebenaran, Pengendalian Diri, Keberanian, Teladan, Pengampunan, dan Tanggung Jawab. (leo/azu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.