85

Di ITB Sri Mulyani Bahas Zero Carbon

MUHAMMAD KHAIRUL AFIF/JABAR EKSPRES
DIBUTUHKAN PARTISIPASI: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam seminar ”Towards Zero Carbon: Collaborate, Execute and Creating Opportunity” di ITB Bandung, kemarin (7/12).

BANDUNG – Menteri Keu­angan Sri Mulyani berharap Institut Teknologi Bandung (ITB) dan perguruan tinggi lainnya dapat merespon pe­rubahan iklim global melalui riset. Dikatakan Sri, tekno­logi dan inovasi di bidang akademis guna mendukung konsep Sustainable Develop­ment Goals (SDGs) yang telah ditentukan PBB sebagai agen­da dunia untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Hal itu dikatakan Sri Muly­ani usai penandatanganan nota kesepakatan sekaligus peluncuran ITB-SDG Center dalam seminar ”Towards Zero Carbon: Collaborate, Execute and Creating Oppor­tunity” di Bandung, Jawa Ba­rat, kemarin (7/12). Pada acara tersebut Sri Mulyani menjadi pembicara utama yang membahas tentang pemanasan global, kerusakan alam serta penanggulannya dari sisi ekonomi.

Dalam pemaparannya dia men­gataka, di belahan bumi mana pun manusia akan menghadapi kenyataan, jika bumi semakin hangat akibat emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan menyebabkan temperatur dunia meningkat Satu derajat.

”Maka dibutuhkan partisi­pasi dari semua pihak, baik dalam dan luar negeri. Se­perti pemerintah, donor, aka­demisi untuk merespon peru­bahan iklim melalui pembangu­nan dan teknologi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan In­donesia telah memiliki komit­men terhadap perubahan iklim. Karena program Nawa Cita Jokowi tentang kualitas hidup sedang mengarah ke Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB yang terdiri dari lingkungan, sosial dan ekonomi.

Menteri Keuangan menyam­but gembira apa yang tengah digagas ITB melalui ITB SDGs Center. Pemerintah kata Sri, akan selalu mendukung serta bekerja sama untuk komitmen terhadap Sustainable (SDGs). ”Semuanya harus memiliki ambisi yang kuat untuk mewa­riskan dunia yang indah dan lestari bagi generasi kita men­datang, bukan hanya untuk ITB dan Indonesia tapi juga untuk dunia,” ungkapnya.

Sementara itu di tempat sama, Rektor Kadarsyah Su­ryadi, turut merespon peru­bahan iklim dan mendukung SDGs dengan membentuk ITB SDGs Center yang multidisiplin bersama alumni 88. ”Kita akan kembangkan berbagai upaya untuk meminimalisasi emisi karbon yang berbasis tekno­logi,” tutur Rektor ITB, Kadar­syah Suryadi. (mg1/ign)

 

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.