63

Beri Trauma Healing untuk Korban Tsunami

SUMEDANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, melakukan memberikan trauma healing untuk korban selamat dalam tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12) lalu. Nanag, warga Komplek Bumi Cipacing Permai, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor saat ini masih dalam proses pemulihan.

”Trauma healing bertujuan untuk memulihkan kejiwaan atau psikis kepada korban tsunami tersebut. Agar pulih kembali atas peristiwa yang telah dialami oleh mereka,” kata Anna Hernawati Sabana, selaku Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang pada wartawan, kemarin (26/12).

Anna mengatakan terdapat satu tim yang disiapkan dan berisi satu orang psikolog serta dua hingga tiga orang petugas.

”Kami tinggal menunggu kesiapan masyarakat yang menjadi korban tsunami tersebut, jika mereka sudah siap, kami akan hadir ditengah mereka dan kami akan mempergunakan balai pertemuan warga setempat,” kata dia.

Tak hanya itu, sebut Anna, pihaknya juga akan menggratiskan biaya kontrol kondisi kesehatan di Puskesmas terdekat pasca peristiwa tersebut.

Sebelumnya Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir menyebutkan, salah seorang korban tsunami Selat Sunda, Nanang Suherman, 60, dirawat di RSUD Sumedang. Dia menyebutkan kondisi Nanang, sudah berangsung membaik dan ditangani langsung dokter bedah dan bedah syaraf.

”Pak Nanang dan Pak Anggi dijemput tim reaksi cepat (TRC) RSUD Sumedang dari RS Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang, tiba di Sumedang Senin (24/12) sore. Pasien dijemput TRC RSUD dan alih rawat dari RSDP Serang karena pertimbangan terbatasnya sarana kendaraan, tenaga medis serta supaya lebih dekat dengan keluarganya. Satu pasien atas nama Pak Anggi sudah diperbolehkan pulang dan mengalami luka lecet-lecet,” ungkap Dony.

Sementara itu pasca tsunami di Selat Sunda, sebanayak 1.500 warga dari Pulau Sebesi diungsikan ke Lapangan Tenis Indoor Kalianda. Evakuasi ini dilakukan dengan menggunakan empat kapal yang dilakukan oleh instansi gabungan.

Keempat kapal tersebut terdiri dari Kapal Motor (KM) Jimbio, Trisula, Sabuk Nusantara dan Jatra III, yang mana dalam sehari akan dilakukan dua kali evakuasi dan akan terus berlanjut sampai semua warga berhasil di evakuasi. Kedatangan ribuan masyarakat di pelabuhan paling sibuk di Sumatera ini disambut Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Bupati Tulangbawang Winarti, dan General Manager PT. ASDP Cabang Bakauheni Hasan Lessy.

Dari pelabuhan, masyarakat diantar ke posko Tenis Indoor Kalianda dengan menggunakan delapan bus. Terpantau rombongan pengungsi tiba di posko Tenis Indoor Kalianda sekitar pukul 13.30 WIB. Jumlah ini akan terus bertambah karena bus masih menjemput pengungsi di Pelabuhan Bakauheni. Para pengungsi langsung disambut oleh petugas dan diberimakan serta di bawa ke pos kesehatan.

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, mengaku senang dan berterima kasih karena semua pihak telah membantu proses evakuasi korban bencana tsunami. Menurut dia, musibah tsunami yang dialami masyarakat Lampung Selatan tidak pernah diharapkan.

“Dan musibah ini bukan hanya menjadi musibah masyarakat Lamsel saja, tetapi musibah kita semua,” ucapnya.

Tim posko Tenis Indoor Kalianda telah menyiapkan antisipasi untuk pengungsi. Jika posko Tenis Indoor Kalianda penuh, tim akan membagi pengungsi di posko GOR Mustafa Kemal Kalianda sekitar Kantor Camat Kalianda.

“Ya nanti kita atur penempatannya,”ucapnya.

Sementara Kabidhumas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih menambahkan pihaknya mengevakuasi warga dua pulau tersebut setelah mendapat informasi keluhan masyarakat yang meminta di evakuasi merasa takut berada di depan gunung anak krakatau.

“Mengingat cuaca dari kemarin sedikit buruk sehingga baru bisa dievakuasi sekarang yang mana proses evakuasi langsung dikawal pihak Ditpolair Polda Lampung,” ujarnya di lapangan tenis indoor. Sulis mengatakan warga yang dievakuasi tersebut terutama yang rumahnya berada pemukiman pinggir pantai.

Pihaknya juga menyiapkan 1.206 personil dari polda dan jajaran untuk penangana bencana alam tersebut,”Ya personil kita 1206 itu kita bagi dua dengan kegiatan operasi Lilin yang tengah berlangsung saat ini,” ujarnya.

Terkait masih ada warga yang bertahan di Pulau Sibesi lantaran alasan keamanan. Sulis mengatakan pihaknya menjamin keamanan pulau Sibesi. Sebab, tim dari Ditpolair akan melakukan patroli rutin untuk melakukan pengamanan.

Sementara kemarin, para pengungsi dari Pulau Sebesi dan Sebuku, berebut pakaian dari donasi warga saat tiba di pos pengungsi Tenis Indor, Kalianda. Tampak saat petugas akan mengeluarkan pakaian bekas para pengungsi langsung mendekat dibagian atas tenis indor dan mengambil baju-baju yang dikeluarkan dari dalam karung. Para pengungsi mengambil beberapa baju untuk digunakan sehar-hari lantaran tidak memiliki lagi baju yang dibawa.

“Rumah kanyut karena rumahnya geribik. Gimana mau bawa baju banyak. Cuma ini aja yang nempel di baju,” jelasnya. (nca/pip/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.