40 Komika se-Jabar “Nyarekan Golkar”

Dedi Mulyadi Bidik Kaum Milenial

26
nyarekan golkar
ISTIMEWA
 PARTAI TERBUKA: Salahsatu komika saat mengikuti Lomba Stand Up Comedy "Nyarekan Golkar" yang digelar DPD Partai Golkar Jawa Barat di Jalan Maskumambang, Kota Bandung, kemarin (18/10).

BANDUNG – Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat (Jabar) menggelar acara stand up comedy bertajuk ”Nyarekan Golkar” (memarahi Golkar, Red.) di Jalan Maskumambang, Kota Bandung, kemarin (18/10).

Acara tersebut melibatkan 40 komika dari  27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Sebagai juri Budi Dalton, Taufik Faturohman dan Wanda Urban. Tema yang harus dibawakan peserta adalah mengkritisi semua aspek dari Partai Golkar.

Menurut Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi, selain sebagai cara mendekatkan diri kepada kaum milenial, kegiatan semacam itu sebagai bukti jika partai belambang pohon beringin tidak anti-kritik. Kantong suara kaum millenial di Jawa Barat sangat dominan. Berdasarkan data internal DPD Golkar Jabar, sebanyak 32 persen pemilih di provinsi lumbung suara nasional itu berasal dari kaum millenial.

Menurutnya acara tersebut sengaja digelar sebagai kritik sosial yang dikemas dengan cara kekinian tanpa menghilangkan esensi yang disampaikan.

”Ini cara Golkar mengakrabkan diri dengan kaum milenial. Kaum milineial dulu kan dengan berdemo dengan kata-kata pedas kadang dengan kata kasar, hari ini kritik dengan memancing tawa. Dan kritisi mereka ini dievaluasi bagi Golkar,” katanya di sela acara.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Demul ini menegaskan, partainya berkomitmen membuka diri dari kritik masyarakat. Dari awal berdiri, Partai Golkar membuka diri dan berlaku sebagai partai yang siap dievaluasi.

Dia pun mencatat lawakan dari salah satu peserta, menyinggung mengenai perpecahan di tubuh Golkar berbuntut pada hadirnya partai baru yang dibentuk mantan pengurus Golkar. Namun, seiring berjalannya waktu, partai baru ini justru berkoalisi kembali dengan Golkar di pesta demokrasi.

”Tadi kan ada yang cerita soal koalisi di Indonesia itu paling lucu. Kalau di luar kan ada partai Demokrat atau Republik tidak mungkin berkoalisi. Di kita kan, (mantan pengurus) Golkar kemudian bikin Nasdem, Hanura, Gerindra dan bareng-bareng malah berkoalisi kan jadi lucu. Kalau bersatu lagi terus kenapa harus berpisah,” terangnya.

Demul berharap, acara seperti ini menjadi pembalajaran untuk wakil rakyat dari Partai Golkar agar mengevaluasi diri, sekaligus menumbuhkan semangat dan menyisipkan humor dalam menjalankan sistem politik.

”Bisa menyampaikan dengan hal hal yg bersifat humor. Misalnya (kader Golkar yang terpilih menjadi anggota dewan) interupsi bisa disampaikan dengan stand up comedy. Yang penting pesannya nyampe,” pungkasnya. (bon/and/ign)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.