Siagakan Pasukan Pengamanan untuk Mudik

1

jabarekspres.com, SOREANG – Dalam rangka pengamanan arus mudik lebaran, Jajaran Kepolisian Polres Bandung menggelar apel pasukan Operasi Ramadniya 2017. Apel tersebut dilaksanakan di Halaman Mapolres Bandung, Senin (19/6) pagi.

Apel Ramadniya dipimpin langsung oleh Kapolres Bandung AKBP M. Nazly Harahap dan dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan, Kajari Bale Bandung Toto Sucato, jajaran kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas  Kebakaran (Diskar), Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kapolres mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 1254 personil anggota kepolisian untuk disebar di seluruh jalur mudik yang berada di Kabupaten Bandung, 540 diantaranya disiagakan di jalur selatan Cileunyi-Nagreg.

“Kami ingatkan kepada seluruh personiel yang melakukan pengamanan arus mudik dapat memberikan pelayanan secara all out, memberikan atensi penuh pada titik rawan kecelakaan lalulintas dan macet, terutama pada puncak arus mudik H-2 Idul Fitri dan puncak arus balik H+5 Idul Fitri,” kata Nazly saat memberikan sambutannya di kegiatan Gelar Apel operasi Ramadniya.

Nazli pun mengungkapkan, kegiatan apel ini, dilakukan dalam rangka operasi ramadaniya 2017 dan merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Serta sebagai sarana kondolidasi dan pengecekan personiel beserta kelengkapan sarana prasarana, sebelum menghadapi tugas pengamanan arus mudik.

“Operasi ramadaniya tahun 2017 dilakukan selama 16 hari dengan melibatkan total 1254 personiel dari kepolisian serta dibantu oleh stakeholder terkait,” ungkapnya.

Menurut Nazli, kasus lakalantas yang terjadi pada arus mudik mengalami tren penurunan dari tahun sebelummnya. Menurut catatan jumlah lakalantas mengalami penurunan sebesar 72 kasus atau 2,36 persen, begitunpun dengan korban meninggal dunia yang juga menurun sebanyak 88 jiwa atau 13,62 persen jika dibanding tahun 2015.

“Kepada seluruh jajaran untuk bekerja secara maksimal agar melancarkan arus mudik dan balik yang dilakukan secara maksimal dengan menciptakan harmonisasi dan sinergi diantara stakeholder sehingga pengamanan Hari Raya Idul Fitri dapat berjalan lebih baik, aman dan lancar, serta angka kecelakaan lalulintas dapat berkurang lagi,” ucapnya

Lebih lanjut lagi, Nazli pun mengatakan, usai melaksanakan apel ini, para personil langsung melaksanakan pengamanan ke Jalur mudik dan pos pengamanan yang sudah ditetapkan. “Pagi ini seluruh pasukan disebar langsung ke jalur mudik untuk mengisi Pos PAM dan Pos Pelayanan yang telah ditentukan masing-masing,” katanya.

Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan beserta jajarannya Dishub, Damkar dan BPBD siap turut serta melancarkan arus mudik Idul Fitri 1438 H. “Kami akan membantu pihak Kepolisian untu persiapan dan pelaksanaan operasi ini,” ucapnya.

Selain itu, kata Gun Gun, Dinas Kesehatan dan BPBD, selama 16 hari Dinkes dan BPBD dan akan siaga 24 jam melakukan pelayanan, serta telah menyiapkan sarana dan prasarana, dalam mendukung operasi ramadhan Ramadniya ini.

“Jelang lebaran, Dinkes dan BPBD siaga 24 jam penuh. Operasi ramadniya ini, dinkes menyediakan 10 posko kesehatan beserta kelengkapannya, begitupun BPBD selalu siaga khususnya pengamanan jalur mudik khususnya untuk daerah rawan bencana,” kata Gun Gun.

Gun Gun juga berharap, operasi ini bisa terlaksana secara sinergis oleh seluruh unsur pengaman yg terlibat, sehingga masyarakat dapat merayakan beridul fitri dengan aman, nyaman, lancar, selamat dan dipenuhi dengan rasa kebersamaan.

“Saya berharap, seluruh jajaran bisa bersinergis dalam mewujudkan operasi ramadniya  tahun ini. Jajaran TNI, Dinas Kesehatan, Damkar, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan dan Badan Kesbangpol juga pihak lainnya, bisa menciptakan harmonisasi sehingga pengamanan ini dapat berjalan lebih baik, aman, tertib dan lancar dibanding tahun lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. Achmad Kustijadi menuturkan, untuk menjamin keselamatan dan kondisi kesehatan pemudik, pihaknya telah menyiapkan 10 Posko kesehatan yang siaga 24 jam yakni, 3 lokasi di Nagreg tepatnya di puskesmas Nagreg, Posko tangan Polres dan  di Polsek Nagreg. Sedangkan 2 lainnya berada di posko Cicalengka yakni di Nagrog dan puskesmas Cicalengka.

“Pos Kesehatan ini tersedia juga di wilayah Cikancung puskesmas Ciluluk, Pos Cileunyi di Poskes Polisi Tol Cileunyi. Sisanya berada di wilayah destinasi wisata yaitu di Poskes Cimanggu Rancabali, Alun-alun Ciwidey dan Poskes di Puskesmas Pangalengan,” tuturnya.

Ahmad juga mengungkapkan, pihaknya pun akan menerjunkan 83 orang Dokter puskesmas dan dokter internship, dengan 102 perawat dan 31 orang supir sebagai kekuatan personil. “Untuk mobilitas, kita dukung dengan menyediakan 10 unit kendaraan puskesmas keliling, 5 unit ambulance dan 2 unit mobil jenazah, dengan menerapkan 2 shift per hari,” ungkapnya.

Bukan hanya Dinas Kesehatan, namun, BPBD Kabupaten Bandung pun akan akan membuat pos siaga untuk kesiapsiagaan dalam mendukung operasi Ramadniya tahun ini, di Pos tangan Nagreg dan kawasan wisata yang juga daerah rawan bencana yakni Rancabali, dengan didukung sejumlah personil dan peralatan.

“Kita siapkan 2 posko siaga bencana 24 jam, yakni di posko tangan Nagreg dan di kawasan wisata daerah Rancabali, dengan melibatkan 10 personil di masing-masing posko. Sedangkan untuk mobilitas kami didukung 1 unit mobil emergency, alat berat beko dan 1 unit kendaraan operasional double cabin, terutama untuk evakuasi cepat khususnya dijalur rawan bencana,” kata Kepala BPBD, Tata Irawan.

Tata pun mengimbau kepada masyarakat yang akan pulang kampung, supaya selalu waspada dan siaga dimanapun berada, karena bencana bisa terjadi kapan saja. Siaga 24 jam ini juga melibatkan BPBD provinsi Jawa Barat.

“Kami berharap, para pemudik selalu waspada dimanapun berada, khususnya saat melewati jalur rawan bencana. Kita perlu berhati-hati mengatur kecepatan kendaraan saat melintas di kawasan rawan kecelakaan dan bencana,” paparnya. (yul/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here