Persib vs Borneo FC: Momentum Balas Kritikan

Adu Skill Guru dan Murid Sejak Menit Pertama

persib v pbfc
Persib vs Borneo FC
Persib (4-2-3-1): 1-Natshir (G); 21-Henhen, 16-Jufriyanto, 3-Vujovic, 7-Tony; 24-Hariono, 11-Dedi; 13-Febri, 8-Gian Zola, 7-Atep ©; 17-Matsunaga
Pelatih: Djadjang Nurdjaman
Borneo FC (4-2-3-1): 20-Ridho (G); 7-Zulvin, 4-Matheus, 5-Yamashita, 17-Abd Rahman; 78-Riswan, 87-Flavio; 33-Wahyudi, 11-Ponaryo ©, 28-Terens; 10-Smeltz
Pelatih: Dragan Djukanovic
Live : TV One, Pukul 18.30 WIB
Venue : Stadion Gelora Bandung Lautan Api

jabarekspres.com, JAKARTA – Persib Bandung saat ini memang berada di papan atas klasemen sementara Liga 1 2017. Namun, penampilan skuad asuhan Djadjang Nurdjaman belum konsisten. Dari enam pertandingan yang sudah Maung Bandung-julukan Persib-lakoni, tiga di antaranya berakhir dengan hasil seri. Termasuk saat bertandang ke Padang pekan lalu.

Hasil tersebut membuat Djanur-sapan karib Djadjang-mendapatkan kritikan pedas dari supporter Persib. Momentum menjamu Borneo FC malam ini (Siaran Langsung TV One Pukul 18.30 WIB) akan menjadi ajang Djanur membalas kritikan buat timnya.

”Segala upaya dilakukan, semua lini kami sudah benahi, mudah-mudahan kami menang. Kami akan menjaga trens positif kemenangan di kandang,” urainya dalam konferensi press kemarin (19/5).

Tiga laga kandang Persib sebelumnya berhasil diamankan. Satu-satunya hasil seri saat berjumpa Arema FC saat pembukaan Liga 1, 15 Maret lalu.

Persib yang akan kembali tampil di depan puluhan ribu Bobotoh jelas mengincar poin penuh di kandang. Dengan track record yang mereka miliki saat ini plus dukungan bobotoh diharapkan bisa melipatgandakan motivasi para pemain Persib.

Terlebih, tim tamu sedikit pincang dengan absennya sejumlah pemain seperti Diego Michels tengah mengalami cedera. Sedangkan Riki Ohorela mendapatkan larangan bertanding lantaran kartu merah terakhir. Penyerang andalan mereka, Lerby Eliandri Pong absen untuk melangsungkan pernikahannya.

Namun, Djanur melihat potensi pemain Borneo FC tidak bisa diremehkan. Meski tiga pilar mereka absen, Djanur meminta timnya untuk tetap fokus. ”Kami tidak ada alasan menganggap enteng mereka,” bebernya.

Sementara itu, Ponaryo Astaman, pemain senior Borneo FC menerangkan laga panas dengan atmosfer ketat akan tersaji malam ini. ”Ini penting agar pertandingan menjadi lebih hidup,” terangnya.

Pada laga sebelumnya, Borneo FC kalah telak dari Bali United, 0-3. Hasil itu juga menjadi pemantik semangat skuad Pesut Etam untuk bisa mencuri poin dari Stadion GBLA.

Di sisi lain, hubungan pemain senior Borneo FC, Ponaryo Astaman, dan pemain muda Persib, Gian Zola, dikenal dekat.

Ponaryo adalah mentor Zola ketika dia masih berusia 9 tahun. Siapa sangka hubungan guru dan murid mereka dipertemukan lagi saat usia Zola di usia 17 tahun.

Keduanya bertemu menjadi lawan pertama kali saat pertandingan Piala Jenderal Sudirman 2015 di Sidoarjo (27/11). Popon begitu sapaan Ponaryo, berhadapan dengan muridnya di babak pertama. Laga tersebut pun dimenangi Pesut Etam dengan skor 2-0. Momen itu diabadikan dengan sesi foto serupa ketika Zola dan Popon berfoto saat umur Zola 9 tahun.

Momen itu dipastikan kembali pada laga Persib vs Borneo FC pada Liga 1, Sabtu (20/5) akhir pekan ini di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kedua pemain itu pun sama-sama menjadi pemain yang hadir saat konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (19/5). Maka dipastikan Popon dan Zola saling berhadapan mulai dari menit pertama.

Ponaryo, akan profesional berhadapan dengan Zola. Mereka punya tim yang berbeda yang harus sama-sama dibela mendulang kemenangan. ”Saya pikir baik Zola atau saya, kita sama-sama pemain profesional, jadi saya kira di lapangan kita bermain profesional untuk bela klub yang kita bela. Di luar lapangan hubungan pertemanan kawan tetap kita jaga,” bebernya.

Ditanyai perkembangan Zola, Popon menilai pemain yang bakal menginjak usia 19 pada tahun ini mampu memanfaatkan regulasi kompetisi. Adanya kewajiban klub memainkan pemain U-23 di setiap pertandingan membuat Gian semakin matang. Ditambah dirinya dipanggil Timnas Indonesia arahan Luis Milla sebagai tim yang disiapkan untuk mentas di SEA Games Malaysia 2017.

”Bagus perkembangannya, apalagi dengan adanya pemain U-23 jadi beri kesempatan yang lebih kepada Zola untuk berkembang sebagai pemain,” paparnya.

”Saya lihat itu bisa dia manfaatkan dengan baik terutama dengan dipanggilnya ke Timnas semakin memberi pengalaman buat dia sehingga bisa berkembang lebih sebagai pemain profesional,” bebernya. (nap/pra/bbs/JPG/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here