Nelayan Ramai-ramai Gadaikan Barang

bandungekspres.co.id, KARAWANG – Cuaca ekstrem yang tak kunjung mereda membikin sejumlah nelayan urung melaut. Salah satunya di kawasan pantai utara Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawan, Jawa Barat. Para nelayan di sana memilih menepikan perahunya lantaran khawatir digulung ombak pantai.

Nelayan yang tidak melaut jumlahnya mencapai ribuan orang. Di antaranya tersebar di tiga Desa meliputi Sungai Buntu kecamatan Pedes,Desa Betok Mati Kecamatan Cileber serta Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, tak jarang nelayan menggadaikan barang berharga yang dimiliki. Di antara mereka bahkan sudah tidak melaut sejak tiga bulan terakhir. Kini hari-hari mereka hanya memperbaiki jaring yang rusak untuk dipakai ketika cuaca sudah normal nanti.

Sardi, perwakilan nelayan Sungai Buntu mengatakan, mayoritas nelayan tidak berani melaut karena cuaca tidak bagus. ”Sudah tiga bulan kami tidak beraktivitas, jika dipaksakan melaut dirinya dikhawatirkan nyawa bakal menjadi taruhannya,” ungkapnya, kemarin.

Kondisi paceklik ini sangat berat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, ada yang menjual perhiasan atau menggadaikannya agar dapur tetap mengepul. ”Mau bagimana lagi, kondisi alam sudah begitu. Kami hanya bisa pasrah dan menunggu cuaca kembali normal untuk kembali melaut,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, nelayan Desa Sungai Buntu mengeluh, karena kesulitan logistik terutama bahan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan para nelayan juga sudah mengajukan permohonan bantuan sejak dua bulan yang lalu kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan serta Badan Ketahanan Pangan untuk meminta bantuan logistik tersebut.  ”Saya berharap kepada pigak Pemkab Karawang untuk segera menenagnai kemulut ini, agar muara Desa sungai Buntu bisa segera di normalisasikan secepatnya , untuk keluar masuknya nelayan,” pungkasnya. (gie/kbe/mam/JPG/rie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan