Emil Gaet Perusahaan Besar di Negara-negara Asia

Buka Gerbang Investor Asing

5
Kepadatan Penduduk di Kota Bandung - Fajri Achmad
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
PADAT PENDUDUK: Lanskap kawasan padat penduduk diambil dari jembatan Pasopati, Kota Bandung, Rabu (22/3). Bandung termasuk kota terpadat se-Jawa Barat karena faktor urbanisasi. Kota Bandung juga memiliki potensi yang sangat baik untuk menarik investor asing dari berbagai negara

jabarekspres.com, SUMUR BANDUNG – Sejumlah perusahaan besar di Negara-negara Asia tertarik berinvestasi di Kota Bandung. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, saat ini pemkot akan menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Malaysia, Hongkong dan Tiongkok di bidang properti, lingkungan dan telekomunikasi.

Menurut Emil –sapaan Ridwan Kamil- banyaknya investor asing yang tertarik berinvestasi di Indonesia khususnya Kota Bandung karena gerbang pintu invetasi sudah dibuka oleh Peraturan Presiden oleh Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada 2015. Maka tidak heran jika kini banyak perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Kota Kembang, termasuk perusahaan Malaysia.

Menurut Emil, salah satu perusahaan asal Malaysia yang akan segera menandatangai kontrak yakni Sunway. Perusahaan ini termasuk konglomerat di Malaysia. Sunway melirik Kota Bandung karena saat ini banyak turis asal Malaysa yang berkunjung ke Bandung.

”Mereka melihat banyak turis asal Malaysa yang datang ke Bandung. Sehingga Bandung ini di mata mereka bisa menjadi gerbang yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Emil saat ditemui di ruang command center, Balai Kota bandung, Jalan Wastukencana, kemarin (6/4).

Emil menambahkan, turis Malaysia semakin mudah berkunjung ke Kota Bandung karena sudah ada direct flight.

”Saat ini kan pesawat dari Malaysa ke Bandung atau pun sebalik nya cuman sekitar satu samaai dua jam,” ungkap Emil.

Selama ini, ada anggapan invertor asing memiliki ketakutan untuk berinvestasi di Indonesia karena regulasi perizinannya dianggap rumit. Namum Emil menampik hal tersebut dengan mengutaraan jika saat ini izin investasi di Indonesia sudah sangat mudah.

”Tadi saya sudah menceritakan kepada mereka bahwa saat ini invetasi di Indonesia sudah mudah. Contonnya yang kemaren yutisi yang di Soekarno Hatta nilainya sekitar Rp 2 triliun,” ujarnya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, pemkot Bandung juga akan menjalin kerja sama dengan Kota Cota Bato, Filiphina.

Emil mengaku,dirinya sering berkomunikasi via skype dengan calon investor.

”Ini contoh selain ini saya sering komunikasi dengan kota-kota lain di Indonesia seperti Bangka dan lainnya,” ungkap Emil.

Dengan melakukan video conference bersama Wali Kota Cota Bato Filipina, Emil berharap bisa terjalin kerja sama dalam hal pendidikan dan keagamaan.

”Cota Bato merupakan sebuah kota yang mayoritas penduduknya memeluk Islam dengan dominasi 60 persen namun memiliki tingkat toleransi yang baik. Selain itu, beberapa penghargaan kerap diterima Cota Bato terutama dalam bidang efisiensi dalam penggunaan anggaran, indeks kompetitif dan keamanan kota,” terang Emil.

Selain itu, Emil pun berencana akan mengundang jajaran Pemkot Cota Bato untuk berkunjung ke Bandung pada Mei mendatang guna membahas kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata serta demokrasi dan Islam.

”Pembahasan kerja sama ini terjalin saat saya berkunjung ke Kota Manila tahun lalu. Dan mengajak para negara Muslim terdekat untuk bersama membangun Islam yang ramah dan dialogis,” tetangnya. (pan/fik)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here