PT PLN Perkuat Keandalan Listrik

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Kehadiran dan ketersediaan pasokan listrik yang andal berperan besar pada perkembangan ekonomi nasional. Karenanya, melalui PT PLN, pemerintah mencanangkan program 10 ribu MegaWatt (MW).

”Kami mendapat tugas pemerintah yang berat untuk menjaga keandalan listrik. Untuk Jabar, pemerintah mencanangkan pembangunan 8 ribu MW mengingat posisi provinsi ini yang strategis,” tandas Direktur Bisnis regional Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang, usai pembukaan Sarasehan Hati Listrik Nasional “Peranan PLN dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, baru-baru ini.

Dikatakan, program pembangunan itu berlangsung di beberapa titik. Antara lain, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) upper Cisokan sebesar 1.040 MW,  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ekspansi Cirebon 1.000 MW, PLTU Jawa III Cirebon 2 x 600 MW,  PLTU Indramayu tahap I dan II masing-masing 1.000 MW, dan PLTA Jatigede 120 MW. ”Target pengoperasiannya pada 2019-2020,” katanya..

Untuk merealisasikannya, kata dia, jelas butuh investasi besar. Nasri mengakui, pihaknya menginvestasikan dana raksasa. Angkanya, sekitar 12 miliar dolar (AS).

Di tempat sama, General Manager (GM) PT PLN Distribusi Jawa Barat ( DJB) Iwan Purwana mengatakan, pihaknya mencatat 90 persen adalah pelanggan rumah tangga. Tidak cukup hanya di situ, pihaknya pun menargetkan 860 ribu sambungan baru.

”Sejauh ini, realisasinya sekitar 460 ribu sambungan baru. Harapannya, akhir 2016 mencapai 600 ribu sambungan baru,” kata Iwan.

Soal elektrifikasi, Iwan mengatakan, pencapaian di Jabar sudah mencapai 94 persen. Titik-titik yang masih belum terelektrifikasi terdapat di wilayah selatan tatar Pasundan. Di antaranya Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, dan Pangandaran. Kendalanya, tutur Iwan, kontur alam yang sulit mengingat wilayah selatan mayoritas berupa pergunungan.

Di sisi lain, ketercukupan pasokan listrik yang andal merupakan hal vital bagi industri. Namun, hingga kini, para pelanggan industri, masih memiliki kendala pasokan listrik.

”Kami akui bahwa belum ada penjaminan 100 persen keandalan dan interkoneksi. Misalnya, terjadinya kedip atau terganggunya pasokan selama beberapa detik. Meski hitungan detik, itu tetap menjadi kendala. Karenanya, kami terus melakukan upaya-upaya meminimalisir gangguan kedip itu,” papar Iwan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan