Peran Istri saat Puasa Sangat Dominan

bandungekspres.co.id – MENJADI manusia yang beriman kepada Allah SWT itu adalah pilihan keyakinan. Dan ketika pilihan itu setiap saat kita ikrarkan dengan membacakan dua kalimah syahadat, maka pembuktian akan ikrar tersebut harus dibuktikan dengan sesungguhnya.

Dibuktikan sesungguhnya berarti mengerjakan perintah itu seoptimal mungkin. Dalam bahasa yang umum bahwa pekerjaan itu harus sukses pada pencapaiannya. Terkait dengan sebuah pelaksanaan ibadah, maka pencapaian itu tiada lain adalah Ridha Allah SWT. Saat ini segenap kaum muslimin tengah menjalankan ibadah puasa.

Sangat dituntut bahwa pelaksanaan ibadah puasa menjadikan sebagai manusia yang hidupnya terus semakin baik. ”Ibadah puasa sebulan lamanya bukanlah hanya sekadar rutinitas ibadah tahunan yang dijalankankan tanpa ada pencapaian yang Allah harapkan,” kata Elin Suharliah Abubakar.

Pada konteks kehidupan sebuah keluarga muslim, tentu semua keluarga muslim sangat berkeinginan bahwa keluarga yang dibangunnya menjadi keluarga yang sukses, tidak saja pada tataran keduniaan, namun juga sukses dalam hal menjalankan ibadah keagamaan. Kedua-duanya tentu haruslah berhasil dengan baik.

Agama Islam mengajarkan bahwa pencapaian yang baik itu bukan hanya yang ada di akhirat kelak, tapi juga dalam kehidupan di dunia saat ini. Sering membaca do’a yang telah Allah ajarkan. ”Ya Tuhan kami, berikan kepada kami kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Serta jauhkan kami dari api neraka.” (QS.2:201).

Sosok yang sangat jelas perannya bagi suksesnya pencapaian positif bagi keluarga adalah perempuan dalam hal ini seorang isteri pada sebuah rumah tangga. Baik pencapaian positif dalam masalah keduniaan, sekaligus  juga pencapaian positif dalam pelaksanaan perintah ibadah.

Seperti halnya pada saat bulan Ramadan tiba, kenyamanan dan ke-khusuan sebuah keluarga dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan sangat ditentukan oleh peran seorang ibu rumah tangga dalam mengelola keperluan yang terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa. Seberapa besar pun pendapatan yang dibawa seorang suami ke rumahnya, tidak akan menjamin kenyamanan anggota keluarga menjalankan ibadahnya, tanpa kepiawaian sang isteri dalam mengelola kebetuhan keluarganya.

Saat menjalani ibadah puasa Ramadan, kesibukan ibu rumah tangga begitu dominan. Dari mulai menyiapkan santap sahur, sampai menjelang datangnya waktu berbuka. Demikian juga kesibukan ibu rumah tangga dari  awal Ramadan hingga Ramadannya berakhir.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan