Dukung Proyek Pusat, Pembangunan Infrastruktur Mulai Tahun Ini

11
proyek infrastruktur
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
LAUNCHING: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (paling kiri) mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berserta rombongan meninjau miniatur kereta cepat pada kegiatan Ground Breaking kereta cepat Jakarta-Bandung di di Area PTPN VIII, Walini, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/1).

bandungekspres.co.id– Beberapa proyek infrastruktur untuk transportasi yang telah diprogramkan pemerintah pusat renacanannya akan segera dijalankan tahun ini. Gubernur Jawa Barat Ahmad mengatakan, Pemprov Jawa Barat (Jabar) sebagai pelaksana, akan selalu memberikan dukungan demi terelalisasi proyek-proyek yang memiliki nilai strategis ini.

Dirinya memaparkan, beberapa proyek yang akan dijalankan diantarannya, reaktivasi jalur kereta api yang selama ini sudah mati atau tidak digunakan lagi.

Pembangunan sejumlah rute kereta api (KA) sudah disampaikan melalui Kementerian Perhubungan dan mendapat sambutan positif agar segera dilaksankan. ”Kemarin ketika kami diundang bersama sejumlah gubernur di Indonesia sejumlah rencana kerja sudah dipaparkan,” jelas Heryawan ketika ditemui di Gedung Sate kemarin (18/2).

Menurutnya, beberapa rencana proyek strategis terkait transportasi sudah dipaparkan mulai dari rencana pembangunan darat, udara, dan laut termasuk rencana reaktivasi jalur kereta ini.

Dirinya mengungkapkan, ada sejumlah titik yang akan diaktivasi. Di antarannya Jalur KA Rancaekek-Tanjungsari (tahap 1) dengan alokasi anggaran Rp 29,511 miliar serta program subsidi perintis lintas Sukabumi-Cianjur-Padalarang. Sedangkan untuk dananya sebesar Rp 9,68 miliar.

Selain itu, pihaknya juga akan memulai pembangunan konstruksi untuk penambahan fasilitas di Stasiun Bandung-Kiaracondong sebesar Rp 56,23 miliar dan pembangunan jalan dan jembatan KA Padalarang-Cicalengka Rp 317,44 miliar.

Pembangunan selanjutnya adalah jembatan antara Cikampek-Tanjungrasa Rp 78,1 miliar, pengadaan tanah jalur KA menuju Pelabuhan Cirebon Rp 5 miliar, dan pembangunan fasilitas perkeretaapian Bekasi-Cikarang Rp 1,013 triliun.

Selanjutnya, pembangunan underpass di Stasiun Tambun, Bekasi Rp 65,5 miliar, dan pembebasan lahan dalam menunjang pembangunan underpass Citayam, Bojong Gede, dan Tanjung Barat Rp 9,38 miliar.

”Ini rencana yang akan segera direalisasikan pada tahun ini karena kalau berbicara kebutuhan transportasi massal sangat penting mengingat Jabar adalah provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia.

Selain KA, sambung dia, pihaknya tengah menggarap pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Kaupaten Majalengka sebesar Rp 250 miliar untuk pembangunan sektor darat.

Heryawan mengakuai kebutuhan anggaran untuk BIJB ini sangat besar untuk itu pemerintah pusat telah siap mengalokasikan anggaran APBN di perubahan nanti sebesar Rp 2,1 triliun.

Selain itu, pembangunan infrastruktur darat lainnya pada tahun ini tengah digarap dan harus direalisasikan untuk kepentingan masyarakat. Di antarannya pembangunan Terminal Jatijajar, Depok sebesar Rp 8 miliar, pengadaan pemasangan perlengkapan 12 ruas jalan nasional sebesar Rp 29,26 miliar, dan subsidi bus perintis Surade-Sagaranten Rp 1,88 miliar.

Dari sisi transportasi laut juga pemerintah pusat dan didukung oleh Pemprov Jabar sebagai pelaksana akan segera dilakukan di Kabupaten Pangandaran dengan pembangunan Faspel Laut yang dialokasikan anggran APBN seebesar Rp 20 miliar.

”Kami akan bantu seluruh program pusat karena esensi ini semua adalah terhubungnya Jawa Barat di semua sektor. Baik jalur darat, laut, maupun udara, sehingga semua mobilitas masyarakat akan makin membaik,” pungkasnya. (yan/fik)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.