JABAR EKSPRES – Perajin tahu di sentra tahu Cibuntu, Dedi Rohaendi, memastikan gejolak harga kedelai akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina hanya berlangsung empat hari.
Menurut Dedi, lonjakan harga sempat terasa dua pekan lalu, namun saat ini pasokan dan harga kembali stabil. Tidak ada kenaikan harga lagi, begitupun sebaliknya, penurunan harga tidak terasa.
“Kemarin sempat dolar naik, tapi kedelai malah turun. Inflasi rupiah enggak terlalu ngaruh,” ujar pria 44 tahun itu. “Kalau saya nilai sendiri, ini dampak perang dagang yang Cina naikin persen kemarin. Tapi cuma empat harian, setelah itu harga turun lagi.”
Baca Juga:Reaktivasi Jalur Kereta Api Jabar Butuh Proses Panjang?Eks Dirut Pertamina Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Minyak Mentah!
“Kami enggak masalah harga turun, asal stabil. Dan koperasi tahu tempe tolong diperkuat lagi, sekarang kurang jalan,” pungkasnya.
