Jabar Ekspres – Pergerakan pemudik H-4 menjelang Lebaran 2025, di Jalur Arteri Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) semakin terlihat.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat sejak Selasa (25/3), jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut mencapai 96.518 unit, mengalami kenaikan sebesar 8,86% dibandingkan dengan Selasa pekan sebelumnya.
Pada Rabu (26/3), jumlah kendaraan roda empat naik signifikan hingga sekitar 18%. Secara keseluruhan, pada hari tersebut tercatat 32.227 kendaraan dengan dominasi kendaraan roda dua sebesar 14,9%, roda empat sebesar 16,8%, dan bus yang mengalami penurunan sebesar -11,2%.
Baca Juga:Jelang Puncak Arus Mudik, 14.850 Masyarakat mulai Tinggalkan wilayah Bandung dengan Kereta Api!Bupati Bogor akan Tata Ulang Kawasan Hijau: Investor Tak Perlu Khawatir
“Scara rutin kita melakukan pendataan lalu lintas di wilayah Padalarang, Lembang yang mana kita akan mengetahui jumlah arus mudik yang terjadi. Kemarin di H-6 sudah tercatat ada peningkatan 8 persen dibandingkan lalu lintas biasa. Artinya sekarang sudah ada pergerakan pemudik,” kata Kepala Dishub KBB, Fauzan Azima saat di konfirmasi, Kamis (27/3/2025).
Fauzan menilai, bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) sedikit banyak membantu dalam mendistribusikan arus mudik secara lebih luas. Hal tersebut diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas selama momentum mudik lebaran.
“H-7 sudah ada yang mulai mudik karena kebijakan WFA, sehingga arus mudik bergerak dengan sendirinya. Diperkirakan besok mulai ada peningkatan lebih signifikan karena sudah masuk masa libur,” jelasnya.
Sementara itu, di Stasiun Padalarang, belum dapat dilakukan perbandingan dengan tahun lalu, mengingat baru kali ini terdapat perjalanan jarak jauh yang melintas.
Jumlah penumpang harian di stasiun tersebut mencapai 6.634 orang, termasuk penumpang KRD serta kereta tujuan Banjar dan Ciamis.
Adapun jumlah penumpang kereta cepat tercatat sebanyak 6.118 orang, dengan total penumpang naik turun di Stasiun Padalarang mencapai sekitar 12.000 orang.
“kita melakukan pengecekkan di simpul transportasi. Satu di stasiun kereta cepat Padalarang dan Stasiun Cipatat. Di situ informasi dari kepala stasiun khusus dari Cipatat Arah Sukabumi dan Sukabumi ke arah Bandung Barat diprediksi H-2 ada pergerakan. Kita sedang monitor,” katanya.
Baca Juga:Jeje Govinda Lepas 3 Bus Mudik Gratis Tujuan Yogyakarta-SoloTips Kelola Kesehatan Mental di Tempat Kerja
Fauzan mengungkapkan bahwa dominasi sepeda motor pada musim mudik kali ini mengalami penurunan dibandingkan dengan kendaraan roda empat. Menurutnya masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan roda empat untuk mudik, belum lagi ada program mudik gratis dengan bus.
